Developer Lord of the Rings: Gollum Berhenti Sebagai Developer, Berubah Menjadi Publisher!


Umur Daedalic Entertainment terhitung cukup singkat.

Daedalic Entertainment, developer dari game Lord of the Rings: Gollum baru saja mengumumkan perubahan operasi perusahaanya kemarin. Setelah berjalan sebagai developer selama beberapa tahun, sekarang mereka memutuskan berubah untuk menjadi publisher game saja. Hal ini bisa terjadi diduga karena permasalahan internal dalam perusahaannya sendiri.

Berita ini terdengar tidak mengherankan, apalagi jika kalian sudah tahu detail hasil yang didapatkan oleh game terbaru mereka yakni Lord of the Rings: Gollum. Game TLoR tersebut gagal mendapatkan review yang positif, sebaliknya bahkan dimana komunitas Gamers menilai game ini sebagai projek gagal. Melihat permasalahan besar yang baru saja dialaminya, cukup masuk akal jika Daedalic Entertainment langsung merubah sistem kerjanya.



BACA JUGA: Steam Banned Game yang Menggunakan Aset AI!

Bukan hanya merubah sistem kerjanya saja, menurut laporan dari Games Wirtschaft, Daedalic juga ikut melakukan PHK kepada 25 pekerjanya kemarin. Namun, pihak perusahaan masih berjanji kalau mereka akan terus membantu mantan pekerjanya, setidaknya sampai mendapatkan pekerjaan baru.

Permasalahan ini harus dihadapi oleh Daedalic karena berbagai faktor, dan gagalnya game Gollum jadi faktor terbesarnya.

Lewat berita ini, maka projek game lain dari Daedalic juga otomatis akan dibatalkan, dan jumlahnya juga memang cukup banyak.

Salah satu projek game yang seharusnya mereka kerjakan sekarang adalah “Project It’s Magic”, satu game lain adaptasi untuk franchise TLoR. Seharusnya game ini bisa dirilis tahun 2024, namun sekarang karena sudah dibatalkan, maka gamenya bisa dikatakan sudah mati.

Sekarang, pihak Daedalic mengatakan kalau mereka akan berfokus untuk menjadi publisher game, ketimbang developer. Artinya, mereka akan lebih berfokus lagi dalam bidang sales, marketing, publishing dari berbagai game yang ingin menggunakan jasa mereka. Sayang sekali ending dari developer ini malah menjadi seperti ini, namun apa daya, ketika produknya gagal dan disebut sebagai projek gagal, keputusan seperti ini cukup masuk akal juga.


Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Arshi

Full passion di jurnalistik, terutama soal video games.