Masuk akhir bulan Juni, itu artinya Death Stranding 2: On the Beach akan menjadi game paling besar yang sedang dibicarakan. Datang sebagai sekuel dari Death Stranding pertama, Hideo Kojima masih ingin mengembangkan franchise barunya ini lebih luas lagi. Sebuah taruhan yang cukup berat, dan beruntungnya Kojima Productions bisa melakukannya.
Melihat kembali, perilisan Death Stranding pertama pada tahun 2019 disambut dengan penilaian yang campur aduk. Penilaian akhirnya memang positif, tapi tidak sedikit juga yang menilai game ini sebagai game yang tidak jelas dan membosankan. Itulah kenapa, pembuatan sekuel ini terasa lebih berat dan memiliki resiko yang lebih besar.
BACA JUGA: Minimal Spesifikasi yang Dibutuhkan Untuk Bermain Borderlands 4!

Namun, menariknya sekarang ini berbagai review dari Death Stranding 2: On the Beach telah dirilis dan mayoritasnya mengatakan positif. Situs Metacritic mengatakan kalau game ini layak untuk mendapatkan nilai positif 90 hijau. Bahkan, tidak sedikit juga yang mengatakan game ini sebagai masterpiece yang berhak untuk menjadi kandidat Game of the Year.
Banyak orang menilai game ini sukses menjadi versi upgrade dari game pertamanya. Berbagai hal yang mendapatkan kritik pada game pertamanya seakan diperbaiki oleh pihak developer. Mulai dari gameplay yang lebih bervariasi, visual yang lebih modern sampai ke berbagai elemen baru yang membuat gameplay “membosankan” tidak lagi seperti itu.

Sekarang ini, nama Death Stranding 2: On the Beach telah masuk ke dalam daftar game rilisan tahun 2025 dengan penilaian tinggi. Namanya ikut disandingkan dengan Clair Obscur: Expedition 33, Split Fiction dan sekarang kita punya game ke tiga yang masuk. Tahun 2025 masih berlangsung sampai pertengahan, jadi mari kita lihat game apalagi yang berhak masuk.
