Setelah menunggu hampir 8 tahun sejak pertama kali diumumkan kehadirannya, Deep Silver akhirnya mengumumkan bahwa Dead Island 2 akan diluncurkan pada bulan Februari 2023 mendatang!
BACA JUGA: Sony Rilis PlayStation VR 2 Awal Tahun 2023
Tanggal rilis Dead Island 2 ini sebenarnya sempat bocor di publik minggu lalu, lewat situs Amazon. Dan sekarang melalui acara Gamescom Opening Night Live, tanggal rilisnya telah ditampilkan lewat sebuah trailer baru. Tema video dari trailer Dead Island 2 yang terbaru ini memiliki kemiripan seperti yang dahulu ditampilkan saat pertama kali diumumkan tahun 2014, yakni horor, konyol, dan gore.
Pada trailer terbaru Dead Island 2 ini, kita bisa melihat Jacob, salah satu karakter dari total 6 yang bisa dimainkan. Setiap karakter ini memiliki kepribadian dan dialog unik masing-masing.
Selain itu mereka memiliki kemampuan yang bisa disesuaikan , karena developer game telah mengembangkan sistem skill baru, yang memungkinkan pemain untuk melakukan re–spec secara instan. Ini bisa dikatakan sebuah hal yang penting, karena mencari cara baru untuk memusnahkan zombie adalah inti dari game ini.
Dalam siaran pers, Deep Silver juga mengkonfirmasi bahwa Dead Island 2 akan hadir pada 3 Februari 2023 untuk platform PC, dan sementara ini akan eksklusif via Epic Games Store. Selain itu game ini nantinya juga akan tersedia di PlayStation 5, PlayStation 4, Xbox Series X/S, Xbox One, dan Google Stadia. Eksklusivitas game PC di Epic biasanya bisa bertahan selama 6 hingga 12 bulan. Jadi bagi kamu yang penggemar platform Steam, kemungkinan besar harus sabar menunggu. Kamu bisa melakukan pre–order lewat website resminya di sini.
Sebagai informasi Dead Island yang pertama dirilis tahun 2011 dan dikembangkan oleh Techland. Alih-alih membuat sekuelnya, studio game asal Polandia ini malah mengembangkan game zombie parkour yang kini populer, Dying Light. Lalu pada tahun 2015, Deep Silver memutuskan kerja sama dengan studio Spec Ops: The Line, karena alasan visi yang bertentangan, dan menggantinya dengan Sumo Digital, yang akhirnya juga tidak berhasil.
Singkat cerita, tahun 2019, perusahaan induk THQ Nordic mengumumkan Dambuster Studios yang menyelesaikan game bersama dengan salah satu studio internal milik Deep Silver.
