Pepatah mengatakan jika meraih lebih mudah dibandingkan mempertahankan. Pepatah itu sangat benar adanya dan industri game sudah membuktikan soal pepatah ini.
Membuat sebuah franchise yang ikonik memang sangat mungkin dilakukan. Tapi soal mempertahankannya, banyak yang KO dan akhirnya menyerah.
Developer game yang menyerah ini pada akhirnya lebih memilih membuat IP baru yang menyegarkan dengan harapan mereka bisa dapat untung lewat situ.
BACA JUGA: 5 Fitur PlayStation 5 yang Sudah Dikonfirmasi Muncul
Namun, ada beberapa developer yang tidak mau menyerah untuk mempertahankan franchise mereka meski sudah berada di ujung tanduk. Para developer ini memutar otak, menciptakan inovasi, dan mendengarkan kemauan para fans demi bisa sukses.
Setidaknya ada beberapa cara yang sudah berhasil menyelamatkan franchise game yang nasibnya sudah diujung tanduk. Apa saja? Kami bakal membahasnya satu per satu.
1. Remake! Membawa Elemen Nostalgia

Soal yang satu ini harus diakui memang seperti semacam cheat buat mendongkrak popularitas franchise yang meredup. Ya, menciptakan sebuah game remake ikonik!
Dengan nostalgia ini, tentu developer tak perlu repot-repot memperkenalkan franchise game itu dan bisa fokus pada penyempurnaan gameplay dan visual yang ada.
Jika sukses, mereka berpotensi bisa melanjutkan franchise ini dengan menghadirkan sekuel, prekuel, atau spin-off yang masih terkait dengan franchise tersebut.
Contoh langkah super terkait mempertahankan franchise tetap hidup dengan cara remake adalah hadirnya Crash Bandicoot N’Sane Trilogy yang dilanjutkan oleh seri keempat, Crash Bandicoot: It’s About Time.
Setelah absen lama, franchise ini hidup, bangkit kembali dengan banyak fans setia. Ingat! Nostalgia selalu menang guys!
2. Memperbaiki Kualitas di Game Selanjutnya

Cara untuk menghidupkan atau mempertahankan franchise yang berada di ujung tanduk salah satunya adalah dengan menghadirkan kelanjutan dari franchise tersebut. Cara ini bisa ampuh, asal dikerjakan dengan sungguh-sungguh!
Ya, menjanjikan perbaikan kualitas dari seri sebelumnya menjadi harga mati. Meski tergolong susah dan rumit, banyak developer yang sukses meloloskan franchise mereka dari lubang buaya berkat cara ini.
BACA JUGA: Layers of Fear 2 dan Costume Quest 2 Gratis! Klaim Secepatnya
Street Fighter dan Mortal Kombat adalah dua contoh bagaimana developer mereka berhasil meyakinkan jika franchise tersebut masih sangat layak dimainkan.
Ketika sudah jenuh, Capcom dan NetheRealm selalu bisa memberikan banyak kejutan dengan mendaratkan konten atau mekanisme yang lebih solid di game selanjutnya yang membuat para penggemar susah beranjak dari franchise yang telah mereka buat.
3. Perombakan Total!

Ini merupakan jalur yang paling banyak risikonya dibandingkan keuntungannya. Ya, sudah terbiasa dengan sesuatu yang sama selama bertahun-tahun namun kemudian diubah menjadi sesuatu yang berbeda adalah sebuah kegilaan.
Meski menjanjikan pengalaman baru, namun para fans bisa saja marah dan tidak setuju. Namun untuk menempuh sebuah tujuan penting, mengambil risiko sudah pasti harus dihadirkan.
Meskipun cara ini begitu berbahaya, kenyataannya ada beberapa developer yang sukses mempertahankan nafas franchise mereka loh. Contohnya adalah God of War dan Resident Evil!
God of War setelah seri ketiga seperti kehabisan bensin di mana game ini mulai dilupakan karena tergerus banyaknya IP baru yang lebih superior. Akhirnya SIE Santa Monica melakukan jalur rombak total yang penuh risiko.
God of War berubah menjadi game action semi open world dan semi RPG dengan sudut kamera yang benar-benar baru. Meski beberapa kalangan menentang, tapi game ini lebih banyak yang suka. Hasilnya, game God of War versi baru (2018) ini sukses besar bahkan sempat menyabet gelar Game of the Year.
Contoh lainnya seperti yang saya sebutkan adalah Resident Evil di mana di seri keenam, game ini dianggap kurang menarik hingga popularitasnya menurun.
Capcom sadar jika mereka telah menyimpang. Unsur survival horor dikembalikan di Resident Evil 7 namun game ini dirombak dari third person menjadi first person! Alhasil, game ini makin mencekam dan berkualitas dari sisi horor. Meski banyak ditentang, kenyataannya game ini laku keras loh!
4. Membawa Development Tim yang Baru

Terkadang salah satu masalah mandeknya sebuah franchise adalah karena developer tim yang idenya sudah mentok sehingga membuat mereka kurang produktif. Hal itulah yang terkadang membuat induk dari sang developer biasanya melempar proyek itu kepada tim developer lain dengan harapan untuk memperbaiki masalah yang ada.
Berbeda visi dan pandangan akan membuat berbagai pembaharuan serta penyegaran yang mungkin saja bisa diterima oleh gamer hingga akhirnya membuat franchise ini naik kembali. MachineGames pernah menghidupkan kembali franchise Wolfenstein.
Selain itu Rockstar Games juga pernah melanjutkan seri Max Payne yang lesu dari sisi komersial hingga membuat seri ketiganya digandrungi gamer. Lewat langkah ini, tak bisa dipungkiri memang franchise bisa naik kembali.
EA juga pernah melakukan langkah serupa untuk menyelamatkan Need for Speed di mana seri ini beberapa kali pindah tangan mulai dari Ghost Games hingga Criterion.
5. Melakukan Perombakan Protagonis

Nah, cara yang satu ini bisa membuat developer game mempertahankan franchise mereka. Meski sangat berisiko, di beberapa titik, hal seperti ini bisa dilakukan. Crystal Dynamics pernah melakukan hal ini untuk membangkitkan kembali seri Tomb Raider.
Mereka merombak total sosok Lara Croft dari yang Angelina Jolie sekali menjadi karakter yang benar-benar baru. Santa Monica juga pernah melakukan hal serupa dengan membuat Kratos menjadi lebih manusiawi dan tidak bar-bar seperti dulu.
Sayangnya beberapa developer justru mengalami kegagalan dan berakhir dengan hujatan ketika melakukan langkah ini. Seperti pada tahun 2013 ketika Ninja Theory merombak total sosok Dante. Meski rentan kegagalan, namun kesuksesan dari menggunakan langkah ini juga besar loh untuk mempertahankan franchise.
