Sebuah penelitian terbaru berhasil mengungkap sebuah fenomena psikologis yang mungkin sering dirasakan oleh para gamer, namun jarang mendapatkan pembahasan secara serius.
Hasil studi tersebut menemukan bahwa setelah menyelesaikan sebuah video gimbot yang sangat mereka sukai, sebagian pemain kerap mengalami perasaan hampa, kehilangan, hingga rasa sedih yang cukup mendalam.

Menariknya, kondisi emosional yang unik ini ternyata tidak muncul dengan intensitas yang sama ketika seseorang selesai menonton film layar lebar atau menyelesaikan sebuah serial televisi.
Para peneliti menjelaskan bahwa keterlibatan emosional serta investasi waktu yang jauh lebih lama dan mendalam di dalam sebuah video game—terutama pada genre Role-Playing Game (RPG)—membuat para pemain membangun keterikatan yang sangat kuat dengan karakter, semesta, dan narasi yang mereka jalani.
Dampaknya, ketika layar kredit akhir mulai berjalan dan permainan dinyatakan selesai, muncul sebuah sensasi “kehilangan” yang terasa sangat nyata.

Bagi sebagian besar pemain, momen ini rasanya seolah-olah mereka dipaksa meninggalkan sebuah kehidupan kedua yang telah mereka bangun dan jalani selama berjam-jam, berminggu-minggu, atau bahkan berbulan-bulan di dunia virtual.
Kondisi psikologis pasca-bermain ini kini mulai dikenal luas di kalangan akademisi dan komunitas dengan istilah Post-Video Game Depression (PVGD).
Fenomena ini dilaporkan paling sering menjangkiti para pemain yang mendedikasikan waktunya untuk gim-gim dengan durasi permainan yang panjang serta memiliki kualitas penulisan cerita yang emosional dan kuat.
