PlatinumGames belakangan ini sedang cukup menarik perhatian setelah mereka meluncurkan sebuah proyek misterius yang disebut “Platinum 4”. Diungkap pertama kali di akhir Februari kemarin, Platinum 4 adalah proyek yang terdiri dari empat produk terpisah. Salah satunya yaitu The Wonderful 101: Remastered, versi baru dari game The Wonderful 101 yang dulu dirilis eksklusif untuk Wii U.
BACA JUGA: Rekap Berita Esports dalam Sepekan – 16 Maret 2020
Bagian kedua dari Platinum 4 adalah game baru yang memiliki nama kode “Project G.G.”. Belum ada banyak info seputar game yang satu ini, namun penggemar game action pasti sudah tahu bahwa PlatinumGames punya reputasi sangat tinggi. Project G.G. jelas akan jadi game yang patut ditunggu, namun rupanya game ini punya posisi penting dalam PlatinumGames, lebih dari sekadar sebuah game biasa.

Selama ini PlatinumGames sudah menciptakan banyak game, tapi mereka hanya bertindak sebagai developer. Untuk masalah penerbitan, mereka selalu mengandalkan pihak lain seperti Nintendo atau SEGA. Project G.G. menjadi game pertama yang diciptakan sekaligus diterbitkan oleh PlatinumGames.
Untuk mendukung cita-cita PlatinumGames menerbitkan game sendiri, perusahaan yang didirikan oleh para mantan karyawan Capcom itu telah menerima suntikan investasi dari Tencent Holdings. CEO PlatinumGames, Kenichi Sato, menjelaskan bahwa investasi itu tidak akan mempengaruhi cara kerja mereka, juga tidak mempengaruhi struktur perusahaan yang sudah ada.
Suntikan modal dari Tencent itu membuat PlatinumGames mampu melakukan ekspansi bisnis secara besar-besaran. Dalam keterangan di situs resminya, Kenichi Sato dan Atsushi Inaba menjelaskan bahwa ada beberapa perubahan besar yang kini dilakukan PlatinumGames untuk menyambut langkah baru ke depan.
Pertama, mereka membuka sebuah studio baru di Tokyo yang khusus akan fokus pada pengembangan game. Kantor utama PlatinumGames tetap berada di Osaka, sementara studio baru ini ditugaskan menciptakan judul-judul orisinal dan properti intelektual baru.

Kedua, mereka menciptakan delapan prinsip kerja yang disebut sebagai “Platinum 8”. Meski isinya tidak dijelaskan secara detail, menurut mereka delapan prinsip ini akan jadi panduan untuk pekerjaan para karyawan dan dapat membantu mendorong mereka menghadapi masalah apa pun.
Ketiga, kini PlatinumGames memiliki game engine sendiri yang disebut sebagai PlatinumEngine (nama sementara). Engine ini diciptakan karena mereka merasa tidak puas dengan engine yang ada di pasaran, dan sering kali harus melakukan perombakan demi memenuhi kebutuhan saat pengembangan game. PlatinumEngine diciptakan untuk mempercepat pembuatan prototype, mempercepat pembuatan aset dan animasi, serta memberi kemudahan untuk menampilkan gaya visual berbeda-beda, entah itu photorealism, cel-shading, dan sebagainya.

Keempat, ke depannya PlatinumGames tidak hanya akan menciptakan game single-player saja. Mereka ingin mencoba genre-genre baru, termasuk menciptakan game yang bersifat live service atau live ops. Artinya game ini tidak hanya dirilis kemudian ditinggalkan, tetapi akan terus di-update dengan konten-konten baru seperti kebanyakan game online modern. PlatinumGames terutama ingin menciptakan game semacam ini di console.
PlatinumGames sedang memasuki sebuah babak baru dengan perubahan yang sangat besar. Mulai sekarang, tim PlatinumGames akan semakin besar, begitu juga dengan skala produk yang mereka buat. Akan tetapi satu yang tidak akan berubah adalah keinginan mereka untuk terus mencari tantangan baru dan melampauinya.

“Dari awal sekali, kami di PlatinumGames telah mendedikasikan diri untuk menciptakan judul-judul orisinal. Kami berusaha menyajikan ide-ide segar, dalam wujud game yang akan mengejutkan dan menyenangkan para penggemar. Passion ini adalah jantung dari PlatinumGames, dan akan selalu demikian.
Hal ini mungkin cukup langka di industri game modern. Jika kamu adalah seorang kreator yang sedang mencari tempat di mana kamu bisa ikut menciptakan sesuatu yang baru, sesuatu yang bisa kamu banggakan seumur hidup, saya rasa PlatinumGames bisa menjadi tempatnya,” papar Sato.
