Blizzard Entertainment secara resmi mengumumkan tahap soft launch untuk gim spin-off top-down teranyar mereka, Overwatch Rush, yang akan dimulai pada 31 Agustus 2026.
Istimewanya, Indonesia terpilih menjadi negara pertama yang berkesempatan menjajal akses gim ini, sebelum disusul oleh Malaysia dan Filipina dalam beberapa hari berikutnya.
Fase peluncuran terbatas ini membawa deretan perombakan penting dari masa uji coba sebelumnya, termasuk pengenalan sistem progresi Hero Level yang memungkinkan pemain fokus mengembangkan Hero favorit menggunakan mata uang khusus dari hasil pertandingan.

Dari jajaran karakter, soft launch ini secara resmi memperkenalkan Brigitte sebagai Hero Vanguard baru yang telah dirancang ulang agar selaras dengan gaya permainan top-down, mengandalkan pertahanan lini depan dan serangan jarak dekat.
Selain Brigitte, karakter favorit seperti Lúcio mendapatkan pembaruan agar lebih lincah dengan penggabungan efek pemulihan dan peningkatan kecepatan secara simultan. Pemain Indonesia juga sudah dapat memainkan deretan Hero populer lainnya seperti Tracer, Reinhardt, Soldier: 76, Reaper, Kiriko, Pharah, hingga Mercy.
Sektor peta dan mode permainan turut mendapatkan tambahan konten yang segar. Blizzard menghadirkan tiga peta baru yang dirancang khusus untuk sudut pandang top-down, yaitu Narwhal Cove (Gibraltar), Hydronet Gardens (Cairo), dan Mansión Portero (Dorado).
Dari segi mode pertempuran, hadir mode Duo Free for All yang mempertemukan tiga tim berisi dua pemain, serta mode 3v3 Control yang menyajikan pertempuran objektif bertempo cepat. Kualitas permainan juga ditingkatkan lewat fitur Aim Assist, indikator status rekan tim, hingga sistem Ping baru.
Untuk melengkapi tahap awal ini, Blizzard menyertakan bundle kosmetik opsional yang berisi skin Epic Soldier: 76 “Kingpin” dan 2.000 Credits, dengan penegasan bahwa transaksi mikro tidak diwajibkan dan performa bertanding tetap ditentukan oleh keahlian pemain.
Kendati soft launch saat ini masih terbatas untuk wilayah Asia Tenggara, Blizzard membuka peluang ekspansi ke lebih banyak negara pada fase berikutnya.
