Bagaimana Bastion Mengajarkan Kita Menerima Tragedi dan Move On


Bastion adalah gim indie ciptaan Supergiant Games yang cukup terkenal dan menuai sukses. Tidak heran, mengingat gim ini memberikan gameplay, cerita, musik, grafis, DAN suara narator yang sangat menggugah. Semua elemen dalam Bastion dibuat sedemikian rupa agar tidak hanya menggugah, tapi juga mengikuti tema dan pesan yang ingin disampaikan. Pesan tersebut adalah sebuah pelajaran untuk...

bastion-pelajaran-move-on-featured

Bastion adalah gim indie ciptaan Supergiant Games yang cukup terkenal dan menuai sukses. Tidak heran, mengingat gim ini memberikan gameplay, cerita, musik, grafis, DAN suara narator yang sangat menggugah.

Semua elemen dalam Bastion dibuat sedemikian rupa agar tidak hanya menggugah, tapi juga mengikuti tema dan pesan yang ingin disampaikan. Pesan tersebut adalah sebuah pelajaran untuk menerima dan melihat sisi positif dari sebuah tragedi, move on, dan melihat ke depan.

Dalam artikel ini, kami akan menjabarkan bagaimana tiap elemen dalam Bastion menyampaikan pesan dan tema tersebut. Karena kami akan menyinggung banyak hal terkai cerita dalam gim ini, MAJOR SPOILER ALERT.

Story/Cerita – Demi Kembali Ke Masa Lalu

bastion-pelajaran-move-on-gameplay-3

Kamu akan bermain sebagai seorang anak tanpa nama yang diberi sebutan The Kid. Ia terbangun di tengah kota Caelondia yang hancur akibat bencana yang disebut Calamity. Tanpa menunggu, ia segera mengungsi ke markas darurat bernama Bastion.

Kamu bertemu sang Rucks sang narator. Ia kemudian menjelaskan bahwa Bastion adalah sebuah mesin ajaib yang bisa memutar balik waktu jika diberi energi kristal yang cukup. Demi kembali ke masa saat Caelondia masih berdiri, kamu mengunjungi berbagai tempat untuk mengumpulkan kristal dan mengaktifkan Bastion.

Di tengah perjalanan kamu bertemu dengan Zulf dan Zia dari suku Ura, suku tetangga yang pernah berperang dengan Caelondia. Sama-sama menjadi korban Calamity, keduanya setuju untuk ikut ke Bastion dan berteman denganmu dan Rucks. Namun situasi berubah saat Zulf membaca jurnal yang kamu temukan.

bastion-pelajaran-move-on-zulf-4

Calamity terjadi karena Caelondia menciptakan senjata pemusnah untuk menghabisi suku Ura. Tersulut amarah, Zulf merusak Bastion dan kembali ke wilayah suku Ura. Bahkan ketika kamu berusaha memperbaiki Bastion, ia mengirimkan pasukan untuk menghancurkan Bastion dan menculik Zia.

Sebagai pembalasan, kamu kemudian seorang diri datang dan menghabisi pasukan suku Ura di markas mereka. Sadar bahwa kamu membawa malapetaka, pasukan Ura menyalahkan Zulf yang menyulut konflik ini dan menyerangnya hingga nyaris mati.

Kamu kemudian diberikan pilihan. Tinggalkan Zulf dan tetap maju dan menghabisi suku Ura, atau melepaskan semua senjatamu demi mengangkut dan menyelamatkan Zulf.

bastion-pelajaran-move-on-zulf-3

Apapun pilihanmu, Bastion pada akhirnya bisa diaktifkan, tapi kali ini kamu juga diberikan pilihan. Putar balik waktu dan kembali ke saat sebelum Calamity terjadi, atau terbang mencari dan membangun tempat tinggal baru. Apapun pilihanmu akan membuat gim ini tamat dengan ending scene yang berbeda sesuai dengan pilihanmu.

Cerita Bastion memperlihatkan masalah seperti apa yang akan terjadi ketika seseorang ingin kembali ke masa lalu karena enggan move on dan menerima sebuah tragedi. Dari situ kamu kemudian didorong untuk menerima semua hal yang telah terjadi dan melihat ke depan.

bastion-pelajaran-move-on-ending

Calamity terjadi karena Caelondia enggan mencari jalan tengah dengan Ura dan lebih memilih untuk memusnahkan mereka. Zulf tidak ingin memaafkan “dosa” Caelondia yang ingin memusnahkan suku Ura. Daripada mencari jalan tengah ia malah memilih menghancurkan Bastion yang justru berujung malapetaka untuk pasukan suku Ura.

Semua konflik terjadi karena masing-masing pihak tidak ingin melupakan masa lalu dan move on. Karena itu di akhir permainan gim ini kemudian menantang kesiapanmu untuk memaafkan Zulf dan menyelematkannya.

bastion-pelajaran-move-on-zulf-2

Satu sentuhan terakhir yang menyempurnakan pesan ini ada ketika kamu menamatkan gim ini dan memulai New Game+. Kamu akan kembali bermain dari awal tapi dengan senjata dan upgrade yang kamu miliki sebelumnya.

Akan tetapi kamu tetap memulai saat Caelondia sekali lagi hancur, dan semua hal yang sebelumnya terjadi kembali terjadi. Bahkan Rucks sang narator beberapa kali melontarkan kalimat seolah ia pernah mengucapkan kalimat yang sama.

Dengan kata lain, kembali ke masa lalu tidak mencegah Calamity. Kembali ke masa lalu hanya membuat malapetaka yang sama terjadi lagi. Karena itu jika kamu awalnya memilih mengaktifan Bastion untuk kembali ke masa lalu, New Game+ semakin mendorong kamu untuk move on.

Visual – Ada Sisi Positif Dari Semua Hal Buruk yang Terjadi

bastion-pelajaran-move-on-zia

Kebanyakan gim dengan latar post-apocalypse memperlihatkan dunia yang gelap. Salah satu tujuannya jelas agar kamu punya motivasi untuk memperbaiki dunia tersebut.

Bastion pada dasarnya juga menawarkan hal yang serupa. Reruntuhan di sekitarmu memperlihatkan betapa indahnya Caelondia dulu. Hanya saja gim ini tidak memintamu untuk kembali ke saat Caelondia belum menjadi reruntuhan.

Ketimbang memperlihatkan warna yang gelap, reruntuhan Caelondia diperlihatkan dalam warna dan bentuk yang masih indah. Memang, Caelondia adalah tempat yang indah sebelum Calamity terjadi. Namun setelah Calamity terjadi pun tempat ini masih punya keindahannya tersendiri yang layak diapresiasi.

bastion-pelajaran-move-on-gameplay-2

Ketika diwawancara, Art Director Supergiant Games Jen Zee juga mengatakan hal yang sama.

“Ini selaras dengan keputusan kami untuk memperlihatkan bahwa masih ada keindahan di dunia post apocalypse… Saya ingin memperlihatkan sesuatu yang lebih refreshing dengan memperlihatkan bahwa kamu masih bisa menemukan keindahan dan makna bahkan di sebuah dunia yang sudah hancur.”

Gameplay – Ketika Semuanya Meninggalkan Kekerasan

bastion-pelajaran-move-on-gameplay

Cara mendapatkan kristal untuk mengaktifkan Bastion sangat sederhana. Hancurkan segala sesuatu yang mencoba menghalangimu. Entah itu benda mati atau makhluk hidup akan kamu habisi dengan senjata yang kamu bawa.

Dalam Bastion, kekerasan adalah wujud dari ketidakmampuan dalam menerima tragedi. Kamu sebagai pemain menggunakan kekerasan untuk mengaktifkan Bastion demi kembali ke masa lalu.

Musuh yang kamu hadapi juga sama. Hewan liar yang kamu temui menggunakan kekerasan demi melindungi atau mengembalikan apa yang mereka miliki setelah kehilangan tempat tinggal akibat Calamity. Pasukan Ura menggunakan kekerasan karena enggan memaafkan Caelondia.

bastion-pelajaran-move-on-invasi

Selama hampir sepanjang permainan, semua interaksi di gim ini identik dengan kekerasan. Satu-satunya momen di mana kekerasan tidak digunakan adalah jika kamu memilih menyelamatkan Zulf.

Memilih untuk menyelamatkan Zulf adalah tanda bahwa kamu memaafkan tindakannya yang mencoba menghancurkan Bastion. Pasukan Ura yang awalnya melawan juga sadar dan memaafkanmu.

Dalam satu momen itu, kedua pihak memutuskan untuk tidak melakukan kekerasan. Kedua pihak memutuskan untuk melupakan masa lalu dan melihat ke depan. Suku Ura membiarkanmu pergi dengan Zulf dan berbenah, sementara kamu mengaktifkan Bastion dan (semestinya) mencari dan membangun tempat tinggal baru.

bastion-pelajaran-move-on-zulf-1


Bastion mengajarkan bahwa dalam hidup, kamu mungkin akan mengalami tragedi dan kehilangan sesuatu yang berharga. Ketika itu terjadi, kamu mungkin merasa sedih, kecewa, atau kesal. Namun pada akhirnya kamu harus menerima kenyataan dan move on.

Berusaha mengembalikan apa yang sudah hilang tidak akan membawa apa-apa dan justru membuat kamu menjadi destruktif, entah ke diri sendiri atau segala sesuatu di sekitarmu. Ini berlaku untuk segala hal, termasuk dalam aktivitas santai seperti bermain gim. Ketika kalah, hal terbaik yang kamu lakukan adalah evaluasi diri dan fokus ke pertandingan berikutnya, bukan menyalahkan lawan atau gim yang kamu mainkan.

Apapun yang terjadi, selalu melihat ke depan.


Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Kaoru

Hmmm...