Atelier Ryza: Ever Darkness & The Secret Hideout, Layak Beli Atau Tidak

Selain desain karakter utamanya yang cukup menarik, Atelier Ryza ternyata juga menawarkan sesuatu yang berbeda untuk kamu penggemar JRPG.


atelier-ryza-layak-beli-featured

Atelier Ryza: Ever Darkness & The Secret Hideout adalah game JRPG yang rilis bulan September 2019 lalu. Dibuat oleh developer Jepang bernama Gust, game ini merupakan judul ke-21 dari seri Atelier. Tapi tidak seperti mayoritas JRPG, game ini mengandalkan satu daya tarik khusus yaitu membuat item melalui sistem alchemy.

Tapi memainkan sebuah game dari seri yang sudah merilis sampai 20 judul tentu sedikit menyeramkan. Apakah game ini memang menarik sampai punya 20 judul pendahulu, atau hanya sekadar cara developer meraup keuntungan dari satu seri. Dengan kata lain, apakah Atelier Ryza layak dibeli atau tidak?

Sebuah RPG Dengan Cerita Slice Of Life (Dan Monster)

atelier-ryza-layak-beli-1

Cerita dalam Atelier Ryza sangatlah ringan. Kamu akan bermain sebagai Ryza, seorang gadis desa yang terinspirasi dan kemudian belajar menjadi alchemist. Bersama teman-temannya, ia kemudian belajar menjadi alchemist sambil membantu banyak orang dengan kemampuan barunya tersebut.

Tapi meskipun sederhana bukan berarti cerita Atelier Ryza jadi tidak menarik. Selain Ryza yang berusaha belajar menjadi Alchemist dan membantu semua orang, teman-temannya juga punya motivasi dan back story yang berbeda. Masing-masing motivasi tersebut juga dikembangkan lebih jauh lagi melalui interaksi cerita dalam cerita.

atelier-ryza-layak-beli-8

Tidak cuma itu, sepanjang permainan kamu juga akan berinteraksi dengan banyak penghuni desa dalam bentuk side quest. Masing-masing akan menceritakan kisah unik mereka yang terus berkembang, membuat dunia dan desa tempat kamu tinggal terasa hidup dan bergerak.

Dengan cerita yang ringan, Atelier Ryza terasa seperti sebuah cerita slice of life. Ini diperkuat dengan optimisme yang selalu muncul dari Ryza dan teman-temannya ketika dihadapkan dengan konflik.

atelier-ryza-layak-beli-12

Layaknya RPG pada umumnya, Atelier Ryza juga punya satu ancaman yang merusak perdamaian, kali ini dalam bentuk monster mistis dari sejarah gelap sebuah kerajaan. Keberadaan mereka tentu untuk menciptakan satu tujuan bersama bagi para karakter dan urgensi bagi kamu sang pemain.

Sayangnya monster-monster ini baru muncul di kisaran paruh kedua permainan. Dengan gameplay-nya yang sama sekali tidak memperlihatkan urgensi serta ceritanya yang sangat ringan, saya hampir tidak pernah merasakan urgensi apa-apa dari kehadiran para monster ini. Untungnya kehadiran ancaman para monster ini terbilang cukup jarang sehingga tidak tumpang tindih dengan mood chill yang kamu dapatkan selama bermain game ini.

Indah Dari Jauh

atelier-ryza-layak-beli-3

Dalam perspektif yang luas, dunia di Atelier Ryza terlihat sangat indah. Tidak cuma itu berbagai area pun terlihat imajinatif dengan elemen fantasi yang lucu tapi tidak berlebihan. Ditambah dengan waktu yang dinamis, kamu juga bisa menikmati pemandangan tersebut di bawah langit pagi, siang, atau malam.

Desain masing-masing karakter juga cukup enak dilihat meskipun sederhana jika dibandingkan dengan gadis utama di game Atelier lain. Tapi ini justru membuat karakter Ryza yang berasal dari desa kecil jadi lebih meyakinkan, serta menegaskan karakter lain yang berasal dari daerah lain dengan pakaian mereka yang lebih ‘wah’. Ini kemudian dilengkapi dengan musik yang juga enak didengar.

atelier-ryza-layak-beli-5
Satu dari sedikit pose Ryza yang akan sering kamu lihat.

Tapi begitu melihat sedikit lebih jeli, kamu akan melihat beberapa kekurangan visual di game ini. Pertama, jika kamu menyimak semua cut scene yang ada, kamu akan sadar bahwa tiap karakter punya animasi yang sangat terbatas di area ini. Salah satu tersangka utama untuk kasus ini adalah Lent yang di tiap cut scene akan melakukan pose/gerakan yang sama minimal dua kali, bahkan lebih.

Selain itu jika kamu perhatikan mayoritas monster di Atelier Ryza punya model yang sama dan hanya berubah warna saja. Lalu jika kamu sempat bermain game Atelier lain sebelumnya, kamu mungkin sadar bahwa beberapa model item di game ini menggunakan gambar yang sama. Terakhir jika kamu melakukan zoom in, objek seperti pohon dan buah-buahannya terlihat punya grafis yang sangat murahan.

atelier-ryza-layak-beli-4

Jika kamu sedikit sensitif dengan grafis tiga dimensi dalam sebuah game, ini mungkin akan sedikit mengganggu. Tapi untungnya menurut saya aspek ini diabaikan berkat gameplay-nya yang di luar dugaan sangat menarik.

Menghabiskan Waktu Dengan Alchemy Dan Combat

atelier-ryza-layak-beli-6

Atelier Ryza punya siklus gameplay yang sama yaitu eksplorasi, combat, mengumpulkan/mendapatkan item, lalu memadukan item tersebut menjadi item baru melalui alchemy. Ini merupakan siklus yang selalu digunakan dalam semua game Atelier hingga saat ini. Tapi Atelier Ryza punya beberapa sentuhan baru yang membuatnya sangat menarik.

Daya tarik dan gimmick utama dalam game Atelier tentu saja sistem alchemy-nya. Menggunakan berbagai item yang kamu temukan, kamu bisa membuat item baru melalui alchemy.

atelier-ryza-layak-beli-14

Untuk membuat item, kamu perlu mengisi tiap slot bahan dengan item yang tepat. Tiap slot bahan memberikan efek yang berbeda mulai dari kualitas akhir item sampai menemukan resep yang benar-benar baru.

Awalnya, kamu hanya bisa membuat item seadanya karena keterbatasan bahan dan level alchemy kamu. Tapi seiring waktu kamu akan menemukan wilayah baru dengan kualitas bahan yang lebih baik. Dari situ kamu kemudian membuat item yang lebih baik atau item baru. Selain itu kamu juga bisa menggunakan bahan tersebut untuk meng-upgrade yang sudah kamu buat.

Memasuki late game, sistem alchemy di Atelier Ryza seolah tidak ada batasnya. Ketika menjelajahi wilayah baru, kamu akan menemukan bahan yang kamu butuhkan untuk membuat resep baru. Lalu dengan bahan yang lebih baik kamu kemudian meng-upgrade item yang sudah kamu buat agar jadi lebih kuat. Tanpa sadar kamu berkali-kali bolak-balik dari satu area ke markasmu untuk berkutat dengan alchemy.

atelier-ryza-layak-beli-13

Sistem alchemy Atelier Ryza ini jelas sangat cocok dengan mood game-nya yang memang sangat laid back atau santai. Saat bermain game ini saya sendiri mungkin lebih banyak menghabiskan waktu untuk berkutat dengan sistem alchemy ini meskipun monster misterius yang mengancam dunia akan segera muncul.

Tapi sistem alchemy bukanlah satu-satunya elemen gameplay yang menarik di Atelier Ryza. Game ini menggunakan sistem active time battle ala game JRPG. Dalam party berisi tiga karakter, kamu hanya perlu mengendalikan satu karakter saja. Ketika icon karaktermu menyentuh lingkaran di bagian kiri bawah layar, kamu bisa melakukan serangan biasa, menggunakan skill, atau menggunakan item. Anggota party yang lain akan menggunakan serangan biasa atau skill tergantung mode agresi yang kamu pasang (netral atau agresif).

atelier-ryza-layak-beli-11

Pusat perhatian dalam combat adalah AP, poin di sebelah kanan layar yang terisi tiap karaktermu melakukan serangan biasa. AP ini bisa kamu gunakan untuk menggunakan skill, melakukan quick action, atau meningkatkan Tactics Level yang akan membuat tiap seranganmu lebih kuat.

Tapi tidak cuma itu, di tengah pertarungan anggota party kamu akan mengeluarkan permintaan. Bentuk permintaannya beragam, mulai dari menghasilkan damage magic ke lawan, healing, hingga menggunakan item tertentu. Ketika permintaan ini terpenuhi tepat waktu, anggota party tersebut akan melakukan serangan khusus yang cukup kuat.

atelier-ryza-layak-beli-9

Item dalam game ini juga tidak sembarangan. Selain digunakan untuk memenuhi permintaan di tengah combat, item ini juga punya efek yang cukup kuat. Hanya saja untuk menggunakan item kamu harus punya Core Charge yang cukup. Jika kamu kehabisan Core Charge, kamu harus kembali ke markas untuk mengisinya kembali, atau meng-Convert item lain. Tapi setelah di-Convert, item tersebut tidak akan akan bisa digunakan sampai kamu pulang ke markas.

Kamu mungkin merasa bahwa combat di Atelier Ryza terkesan rumit. Sekilas memang benar karena ada sangat banyak hal yang harus kamu perhatikan. Kamu harus bisa mengelola semua sumber daya yang kamu miliki, mulai dari bagaimana kapan harus menggunakan AP dan item apa yang harus kamu gunakan. Tapi begitu kamu paham dengan titik fokus yang harus kamu perhatikan, combat di Atelier Ryza justru terasa sangat engaging dan rewarding.

atelier-ryza-layak-beli-10

Sistem combat ini mungkin sedikit kontradiktif dengan aspek lain yang sangat santai dan chill. Tapi jika kamu ingin combat yang unik, Atelier Ryza dijamin tidak akan membuatmu bosan. Ada banyak kombinasi karakter dan item yang bisa kamu coba dalam pertarungan.

Jika ada satu kritik yang layak saya berikan untuk gameplay Atelier Ryza, kritik tersebut jatuh pada tutorialnya. Instruksi awal mengenai alchemy dan combat Atelier Ryza bisa dibilang sangat basic dan hanya menyentuh permukaan saja. Akibatnya saya sendiri beberapa kali sempat stuck karena tidak memahami satu atau dua mekanisme mendalam yang ada di alchemy atau combat game ini. Memang pada akhirnya kamu bisa mencari tahu di bagian Guide permainan atau mencari di internet. Tapi akan sangat disayangkan jika ada pemain yang pada akhirnya luput dari fitur yang harusnya jadi daya tarik utama Atelier Ryza.

Kesimpulan

atelier-ryza-layak-beli-7

Atelier Ryza bukanlah game yang menyajikan cerita epic yang menggugah seperti seri Dragon Quest atau Final Fantasy. Secara gameplay game ini juga cukup ringan dan cukup sederhana. Tapi justru karena kesederhanaan dan mood-nya yang santai inilah Atelier Ryza jadi menarik perhatian.

Jika kamu mencari game RPG ringan untuk menenangkan diri setelah hari yang panjang dan melelahkan, Atelier Ryza adalah salah satu pilihan yang sangat kami rekomendasikan. Bahkan jika kamu hanya mencari game RPG yang menarik, saya tetap merekomendasikan game ini.


atelier-ryza-layak-beli-2

Sebagai catatan terakhir, Atelier sendiri adalah sebuah seri yang selalu punya game baru tiap tahunnya. Dengan visual dan karakter utama wanita yang lucu, kamu mungkin mengira bahwa game ini hanyalah alat untuk meraup keuntungan saja. Tapi ternyata justru sebaliknya.

Melalui wawancara dengan Famitsu (terjemahan via Siliconera), direktur seri Atelier mengatakan “jika Gust tidak merilis game Atelier baru tiap tahun, maka kami akan mati.” Karena menggantungkan keberlangsungan perusahaan pada seri yang pangsa pasarnya cukup spesifik, tidak heran jika seri Atelier dikembangkan dengan budget yang cukup terbatas. Karena itulah kamu melihat kekurangan grafis seperti animasi yang terbatas serta aset yang digunakan kembali di Atelier Ryza. Mereka bukannya tidak mampu, melainkan tidak punya budget untuk itu.

Untungnya Atelier Ryza sepertinya mendapatkan respon positif dan mendapatkan angka penjualan yang cukup tinggi. Semoga saja dari kesuksesan ini mereka mau meluangkan waktu untuk membuat game Atelier yang lebih baik lagi dengan grafis yang lebih indah.


Kaoru