Alasan yang Membuat Popularitas Game Sepak Bola Sulit Meredup?


Ada berbagai alasan yang membuat game sepak bola pada akhirnya sulit untuk redup di mata para gamer.

game sepak bola

Game simulasi menjadi salah satu game yang menarik untuk dimainkan. Salah satu game simulasi yang terus ramai diperbincangkan ketika dirilis adalah game simulasi sepak bola. Di industri gaming modern seperti sekarang, setidaknya kita mengenal tiga buah game sepak bola yang sudah cukup besar yakni Pro Evolution Soccer (PES), FIFA, Football Manager.

ketiga game ini adalah game simulasi sepak bola yang sudah mapan bahkan sudah bertahan selama bertahun-tahun. Menariknya, meski tak pernah diperbincangkan secara intense, namun ketika menjelang perilisannya, hype dari game simulasi sepak bola ini bakal melonjak tinggi dan jadi pembicaraan di berbagai forum game.

Gimbot sendiri beranggapan bahwa game sepak bola adalah game yang susah redup. Tapi menurut catatan pribadi Gimbot, setidaknya ada beberapa faktor yang membuat game tersebut terus konsisten menyapa gamer.

Mempertahankan Tradisi Co-Op Multiplayer

Mempertahankan Tradisi Co-Op Multiplayer

Dari zaman dulu hingga akhir 2019, yang membuat game sepak bola bersinar adalah dipertahankannya multiplayer langsung. Ya, artinya, gamer bisa berhadapan dengan gamer lain dalam satu atap dengan jarak yang berdekatan. Memang hingga sekarang, game tersebut termasuk game yang cukup logis untuk mempertahankan mekanisme ini di kala banyak game-game modern yang justru berpaling ke multiplayer online.

Multiplayer langsung ini tak hanya bisa diaplikasikan pada match biasa melainkan juga di mode Cup atau Liga sehingga membuat game sepak bola justru semakin semarak jika dimainkan dengan jumlah orang yang banyak.

Meskipun tetap mempertahankan multiplayer konvensional, game sepak bola juga tetap memasukan fitur multiplayer online di mana gamer bisa berhadapan dengan orang lain melalui jaringan internet tanpa terhalang jarak.

Pada akhirnya, kita memang tak bisa menutup mata jika multiplayer langsunglah yang akhirnya membuat game sepak bola bertahan. Ya, berkat hal inilah yang membuat game tersebut menjadi game primadona di rental-rental PlayStation.

Miliki Pasar Penggemar yang Konsisten

Miliki Pasar Penggemar yang Konsisten

Sejak zaman dulu, industri sepak bola memang terus meningkat dan akhirnya konsisten menjadi sebuah industri yang besar dan menjanjikan. Bahkan dianggap sebagai salah satu industri olahraga paling memikat di seluruh dunia. Menariknya, tak hanya konsisten dari segi permainan maupun finansial, industri sepak bola juga konsisten dalam meningkatkan mutu serta idenya.

Ketika esports meningkat popularitasnya, tim-tim sepak bola besar juga ikut nimbrung untuk membangun dinasti esportsnya sendiri. Tak Cuma di game-game berbau MOBA namun juga di game simulasi olahraga seperti sepak bola.

BACA JUGA: Epic Games Store Gebrak Tahun 2020 dengan 3 Game Gratis!

Konsistennya dunia sepak bola pada akhirnya memunculkan penggemar-penggemar baru dan cara menyalurkan kecintaannya mereka akhirnya adalah melalui game simulasi sepak bola. Percaya atau tidak, ada sebagian orang yang hanya suka main game sepak bola dan denial terhadap game lainnya.

Bagi sebagian orang yang tak suka bermain game dan lebih suka mengatur strategi, mereka menjadikan Football Manager sebagai alternatif di mana gamer hanya perlu mengatur strategi tanpa harus memainkannya demi mencapai kemenangan.

Meningkatnya mekanisme manajerial di dunia nyata juga mendorong Football Manager ke tingkat selanjutnya yang tentunya jauh lebih realistis serta menantang hingga akhirnya mempertahankan para pemainnya hingga sekarang.

Menjangkau Semua Lapisan Masyarakat

Menjangkau Semua Lapisan Masyarakat

Game sepak bola menjadi game yang jangkauannya harus diakui paling luas diantara yang lainnya. Game sepak bola bisa menjangkau berbagai kalangan baik di kota atau perkampungan, rumahan atau rental, hingga kalangan ekonomi menengah ke atas hingga menengah ke bawah.

Satu-satunya yang membedakan adalah mereka memainkannya dengan console sendiri serta membeli game-nya atau melalui rental dengan cara menyewa. Selain itu juga menjangkau kalangan baik tua maupun muda.

Dengan jangkauan super luas ini, game  sepak bola bisa bertahan di industri game dan menjadi salah satu yang paling konsisten karena peminatnya yang masih sangat-sangat banyak. Yang paling menarik tentu saja game sepak bola tetap menjadi primadona karena update-nya yang bisa dilakukan secara manual dan otomatis.

BACA JUGA:Game Horor Klasik yang Terkenal Paling Menyeramkan di PlayStation 2!

Apalagi jendela transfer dan perbaikan kit sudah memiliki waktu dan aturan yang jelas sehingga membuat update berkala dari game tersebut menjadi mudah untuk ditebak serta diaplikasikan.

Khusus untuk Football Manager, spesifikasi minimum dari game ini cukup ringan hingga menjadi salah satu game primadona bagi pemilik laptop kentang dan PC kere-hore.

Update Berkelanjutan

game sepak bola

Inovasi muncul karena persaingan. Ya, rivalitas antara PES dan FIFA memang membuat keduanya kerap melakukan berbagai inovasi yang cukup signifikan. Jika dirunut dari tahun 1993 (FIFA)/1995 (PES) hingga 2019, game sepak bola sudah mengalami pembaharuan yang luar biasa pesat.

Dulu kita tak mengenal sistem lisensi, tapi kini game sepak bola berlomba untuk mendapatkan lisensi sejumlah klub agar semuanya terlihat semakin realistis. Dulu kita tak mengenal sistem motion capture, namun kali ini dengan menggunakan motion capture game tersebut terlihat menjadi lebih realistis, tak hanya dari gerakan namun dari segi wajah para pemainnya.

Inovasi dari segi komentator yang menjadi bagian penting sepak bola juga diaplikasikan. Kini game sepak bola mendekati aslinya meskipun tidak se-realistis aslinya. Tapi inovasi lah yang akhirnya membuat para gamer tetap tertarik untuk membeli serta memainkannya secara konsisten.

Accessible untuk Semua Usia

game sepak bola

Game sepak bola memang semakin kompleks untuk dimainkan, bahkan para pemain pro kerap menggunakan banyak tombol untuk mengatur strategi dan gerakan para pemainnya demi mencapai kemenangan. Namun secara basic, permainan sepak bola dari tahun 1993 (FIFA)/1995 (PES) hingga akhir 2019 masih tetap sama.

Ada yang terbiasa dengan basis control FIFA dan ada juga yang terbiasa dengan basis control PES. Semua sesuai dengan selera masing-masing. Namun jika dirunut, kebanyakan gamer lebih terbiasa dengan control PES yang lebih melekat di hati khususnya bagi gamer di Indonesia.

Tak cuma itu, mempelajari game sepak bola juga lebih mudah dibandingkan mempelajari game lainnya. Bahkan untuk sebagian orang, mengatur strategi di sepak bola lebih menarik sehingga munculah sebuah game simulasi taktik sepak bola bernama Football Manager.


Azzizil Adam

Main game gak bakal bikin masa depan suram. Yang bikin suram adalah ketika lo malas berbuat sesuatu! Happy gaming.