Riset Sebut 73% Gamer Zaman Sekarang Pilih Nunggu Diskon Saat Beli Game


Laporan white paper terbaru yang dirilis oleh lembaga riset pasar industri gim ternama, Newzoo, menunjukkan pergeseran besar dalam perilaku belanja para gamer PC dan konsol.

Riset bertajuk “Game purchasing behavior in an era of choice” yang didukung oleh G2A.COM ini mengungkapkan bahwa mayoritas pemain kini lebih memilih menunda pembelian gim baru demi menunggu diskon.

Berdasarkan survei terhadap 6.166 premium gamer berusia 18–55 tahun di enam negara utama (AS, Inggris, Jerman, Polandia, Brasil, dan Arab Saudi), Newzoo mencatat bahwa harga gim rilis baru yang kini menginjak standar US$70 (sekitar Rp1,2 juta) menjadi salah satu pemicu utama.

Gamer kini dihadapkan pada persaingan ketat antara gim AAA/AA mahal dengan alternatif gim free-to-play berkualitas tinggi, pustaka gim lama, judul remake/remaster, hingga layanan langganan.

Berikut adalah empat temuan kunci dari laporan riset Newzoo:

  1. Menunggu Diskon Jadi Standar Baru: Sebanyak 73% premium gamer mengaku lebih condong menunggu diskon dibandingkan masa-masa sebelumnya. Dampaknya, hampir 60% pembelian gim kini terjadi di luar bulan pertama perilisan.
  2. Ekspektasi Diskon yang Jelas: Gamer makin cermat dan tahu pasti batas toleransi waktu tunggu serta persentase potongan harga yang dianggap “masuk akal” atau “sangat menguntungkan”, hingga titik persentase diskon yang justru memicu keraguan atas kualitas gim tersebut.
  3. Dampak Layanan Langganan: Walaupun 44% pelanggan layanan gim (seperti Game Pass/PS Plus) mengaku mengurangi pembelian gim lepasan, dampak keseluruhannya dinilai cukup kompleks karena sebagian gamer justru tercatat meningkatkan pengeluaran belanja gim pasca-berlangganan.
  4. Dominasi Etalase Resmi & Marketplace: Meskipun 97% gamer masih mengandalkan etalase resmi (official storefronts seperti Steam, PlayStation Store, dan Xbox Store), penggunaan authorized reseller serta third-party marketplace tetap memegang peranan penting untuk memenuhi kebutuhan harga yang lebih terjangkau.

Riset ini menegaskan bahwa penerbit gim kini dituntut untuk menyusun strategi penetapan harga dan discount window yang jauh lebih cermat di tengah makin selektifnya keputusan belanja para gamer global.

Kalau kalian sendiri, termasuk tim pre-order/day-one atau tim sabar menunggu diskon musiman di Steam/Store?

Bagikan artikel ini

Junior

Junior

Suka banget main game terutama game kompetitif kayak League of Legends dan Dota.