Gelombang pemutusan hubungan kerja alias PHK di industri gim belum juga surut. Kali ini, pengembang ternama di bawah naungan Sony Interactive Entertainment, Sucker Punch Productions, menjadi korban terbaru dari tren efisiensi ini.
Studio yang sukses besar lewat waralaba Ghost of Tsushima dan Ghost of Yōtei tersebut dilaporkan telah memberhentikan sebanyak 24 karyawan.
Angka ini terbilang signifikan mengingat Sucker Punch tergolong studio yang mempertahankan skala tim yang relatif ramping, yakni hanya dihuni oleh sekitar 200 staf.
Menurut laporan dari media Aftermath, informasi pemangkasan ini dikonfirmasi melalui surat internal pimpinan studio kepada karyawan yang terdampak. Manajemen mengaitkan keputusannya dengan “tantangan pasar” serta penyesuaian kebutuhan tim untuk proyek mereka selanjutnya.

Dalam pernyataan resminya, pihak manajemen menyampaikan bahwa keputusan pahit ini diambil setelah meninjau secara mendalam kebutuhan tim ke depan. Sucker Punch menegaskan bahwa langkah ini tidak diambil secara gegabah dan berjanji akan memberikan dukungan penuh bagi para karyawan yang terdampak selama masa transisi.
Studio asal Amerika Serikat ini juga dijadwalkan bakal memberikan rincian lebih lanjut mengenai arah dan masa depan proyek studio pada pekan mendatang.
Meskipun proyek teranyar tersebut masih dirahasiakan rapat-rapat, spekulasi di kalangan penggemar mulai bermunculan. Banyak yang menebak apakah Sucker Punch sedang menyiapkan kelanjutan lini Ghost, kebangkitan kembali seri Sly Cooper, atau kembalinya waralaba inFAMOUS.
Penutupan 24 posisi ini cukup mengejutkan mengingat rekam jejak finansial Sucker Punch yang amat solid. Ghost of Tsushima (2020) tercatat sukses terjual lebih dari 13 juta kopi dan menyabet berbagai penghargaan bergengsi, disusul perilisan Ghost of Yōtei pada tahun 2025 lalu.
Namun, kesuksesan komersial tersebut ternyata tak mampu melindungi studio dari badai restrukturisasi industri yang sebelumnya juga telah menghantam dev raksasa seperti Electronic Arts, Xbox, hingga Epic Games.

