Action RPG Stupid Never Dies dari studio Jepang GPTRACK50 siap meluncur pada 21 Oktober 2026 untuk PlayStation 5 dan PC lewat Steam. Untuk wilayah Jepang, game ini baru tersedia sehari kemudian, 22 Oktober. Halaman Steam untuk wilayah Indonesia saat ini juga mencantumkan tanggal 22 Oktober 2026.
Menjelang rilis, GPTRACK50 merilis trailer overview baru yang merangkum sistem pertarungan dan progresi game ini. Sebelum itu, ada baiknya kamu kenalan dulu dengan konsepnya yang memang tidak biasa.
Main sebagai zombie paling lemah
Kamu berperan sebagai Davy, zombie penakut yang berada di lapisan paling bawah masyarakat monster. Tugasnya menembus dungeon milik KOM (King of all Monsters), menghadapi pasukan musuh yang tak ada habisnya, dan menghidupkan kembali Julia, gadis manusia yang membeku.
Gaya bertarungnya agresif. Menurut GPTRACK50, Davy lebih mengandalkan serangan terus-menerus ketimbang menghindar. Sistem targeting-nya juga fleksibel, jadi kamu bisa meladeni musuh dari berbagai arah tanpa terkunci ke satu target.
Level maksimal dalam 30 menit
Fitur yang paling menonjol adalah sistem Blazing Fast Growth. Setiap kali masuk dungeon, Davy mulai lagi dari level 1. Namun musuh yang sudah kamu kalahkan di percobaan sebelumnya akan mempercepat laju pertumbuhan dan perolehan XP secara eksponensial. Developer menggambarkannya sebagai ARPG berdurasi lebih dari 30 jam yang memungkinkan kamu mencapai level maksimal hanya dalam 30 menit, dengan inspirasi dari mekanik roguelike.

Davy juga bisa memakan musuh lewat fitur Style Eat. Selain memulihkan tubuhnya, gigitan ini menyerap kemampuan musuh yang dimakan, mulai dari werewolf, harpy, sampai vampir. Totalnya ada lebih dari 11 style yang bisa dikumpulkan.
Lalu ada Over Technology, item yang didapat dari setiap penjelajahan dungeon. Item ini bisa dibawa ke toko milik Acelino untuk memodifikasi lengan, kaki, dan kepala Davy demi membuka kemampuan baru. Di sela pertarungan, game ini juga menyelipkan banyak kekonyolan, seperti toilet antardimensi dan robot penyedot debu yang bisa ditunggangi.
Digarap tim berpengalaman
GPTRACK50 didirikan di Osaka pada Oktober 2022 oleh Hiroyuki Kobayashi. Dalam siaran persnya, studio ini menyebut staf mereka pernah terlibat dalam seri Devil May Cry, Dragon’s Dogma, dan Resident Evil. Buat kamu yang masih mengikuti kabar seri aksi Capcom, termasuk rumor remake Devil May Cry 1 yang sempat ramai, latar belakang tim ini jadi alasan tersendiri untuk melirik Stupid Never Dies.
Harga, edisi, dan demo
Stupid Never Dies dijual dalam Standard Edition seharga US$49,99 dan Glorious Idiot Edition seharga US$59,99. Di Steam Indonesia, versi standarnya dibanderol Rp509.000. Pemesan Glorious Idiot Edition bisa bermain 48 jam lebih awal dan langsung mendapat DLC pertamanya, TickTock Teddies: Nonsense Overload Pack.
Teks dan antarmuka game ini tersedia dalam 13 bahasa, termasuk Jepang, Korea, dan Mandarin, tapi belum mencakup bahasa Indonesia. Kalau mau mencoba dulu sebelum membeli, demo Stupid Never Dies sudah tersedia di Steam dan PlayStation.

