Setelah sekitar dua setengah tahun dikembangkan, Hungry Horrors resmi keluar dari early access dan kini tersedia dalam versi 1.0 di Steam. Game deckbuilder garapan Clumsy Bear Studio ini punya ide yang cukup unik: monsternya tidak kamu kalahkan, tapi kamu beri makan.
Selama masa early access, Hungry Horrors sudah mengantongi ulasan Very Positive dari pemain di Steam.

Setiap Kartu Adalah Hidangan
Kamu berperan sebagai putri manja yang terpaksa turun tangan saat kutukan kelaparan menyebar di kerajaannya dan seekor naga terbangun di pusatnya. Cara menyelamatkan kerajaan cuma satu, yaitu memasak, sambil ditemani kucing sinis yang hobi berkomentar.
Setiap kartu yang dimainkan adalah hidangan yang disajikan. Dalam tiap pertemuan, kamu harus membuat Horror tetap kenyang sebelum ia sampai kepadamu dan malah menjadikanmu santapan. Ada juga sistem selera dan rantai rasa, plus bumbu untuk meningkatkan kekuatan hidangan.
Semua Horror, NPC, dan artefaknya diambil dari folklor Kepulauan Britania, termasuk Dullahan, Jenny Greenteeth, dan Queen Mab. Resep yang menjadi dasar kartunya pun diambil dari masakan tradisional Inggris dan Irlandia.
Isi Versi 1.0
- 8 biome dari berbagai wilayah Kepulauan Britania
- 34 Horror dan 13 karakter legendaris, termasuk Herne the Hunter dan Wulver
- 62 hidangan yang bisa dimainkan
- Dua mode: Campaign yang bergaya roguelite berbasis cerita, dan Banquet yang lebih singkat tapi lebih sulit
- Status Steam Deck Verified, dengan dukungan controller, mouse saja, atau keyboard saja
Clumsy Bear Studio sendiri adalah studio indie asal Inggris yang hanya beranggotakan dua orang, Scott Fitzsimmons dan Jerzy Pilch. Musiknya digarap oleh komposer Henry Taylor.
Harga dan Diskon
Hungry Horrors dijual Rp129.999 di Steam Indonesia. Selama Steam Cooking Fest yang berlangsung sampai 19 Oktober, harganya turun 20 persen menjadi Rp103.999. Game ini tersedia untuk Windows, macOS, dan Linux lewat halaman Steam Hungry Horrors.
Suka roguelite deckbuilder? Kamu juga bisa membaca review Vampire Crawlers dari kami.

