Valve secara resmi mengumumkan patokan harga sekaligus membuka sistem pemesanan (reservation) untuk perangkat virtual reality (VR) standalone terbaru mereka, Steam Frame.
Perangkat yang siap menandai kembalinya Valve ke pasar VR ini dibanderol dengan harga yang tergolong tinggi, yakni menembus angka di atas 1.000 Dolar AS.
Langkah pengumuman ini mengakhiri spekulasi publik setelah perangkat tersebut pertama kali diperkenalkan berdampingan dengan Steam Machine dan Steam Controller baru.

Untuk varian dasar dengan kapasitas penyimpanan internal 256 GB, Valve mematok harga sebesar US$1.059, sedangkan varian 1 TB dilepas pada angka US$1.299.
Kedua versi tersebut ditenagai prosesor Qualcomm Snapdragon 8 Gen 3 dan RAM 16 GB, serta dibekali dua pengontrol, eye spacer, dan dongle khusus Wi-Fi 6 GHz untuk kebutuhan streaming PCVR.
Pengembang Valve, Jeremy Selan, mengungkapkan bahwa melonjaknya harga pasar RAM dan komponen penyimpanan global menjadi faktor utama yang mendorong pembengkakan biaya produksi di luar rencana awal perusahaan.
Proses pemesanan untuk wilayah Amerika Utara, Inggris, Eropa, dan Australia dibuka hingga pertengahan September ini melalui skema undian acak dari daftar reservasi resmi di Steam.

Setelah jendela pendaftaran ditutup, Valve akan mengacak urutan calon pembeli untuk menentukan antrean pengiriman gelombang pertama. Sementara itu, distribusi untuk kawasan Asia seperti Jepang, Taiwan, dan Hong Kong akan ditangani secara terpisah melalui mitra resmi Valve, Komodo Station.
Meski harganya terbilang relatif tinggi, Steam Frame diposisikan bersaing di segmen VR premium bersama kompetitor seperti Samsung Galaxy XR. Valve memperkirakan pengiriman unit pertama akan mulai berjalan secara bertahap pada pertengahan September ini.
Kehadiran Steam Frame diharapkan mampu menetapkan standar baru bagi pengalaman bermain gim VR secara mandiri maupun terhubung dengan ekosistem gim PC di Steam.
