Melanjutkan pengumuman perdananya di panggung BlizzCon 2026, Blizzard Entertainment membagikan rincian mendalam mengenai Diablo V melalui sesi presentasi pengembang.
Gim action-RPG ini mengonfirmasi tiga kelas karakter perdana yang siap dimainkan, meliputi kembalinya dua kelas favorit veteran yaitu Demon Hunter dan Monk, serta perkenalan kelas baru bernama Plague Knight. Karakter Plague Knight dirancang sebagai sosok berzirah berat yang mengandalkan manipulasi penyakit dan racun untuk menghabisi musuh di medan tempur.
Diablo V akan mengambil latar di benua Westmarch yang kini hancur tanpa tersisa satu pun kota aman setelah jatuhnya dunia Sanctuary.
Berbeda dari seri pendahulunya, sosok Diablo akan dihadirkan sebagai karakter antagonis utama yang lebih kompleks dan interaktif sepanjang alur cerita, alih-alih sekadar menjadi bos akhir.
Karakter utama pemain nantinya memiliki keterikatan misterius dengan Diablo yang menjadi penggerak utama narasi untuk mengungkap alasan di balik hancurnya para pahlawan Sanctuary.
Sisi teknis dan eksplorasi Diablo V juga mengalami pembaruan signifikan dengan kembalinya sistem area procedurally-generated untuk ruang bawah tanah (dungeon) hingga dunia luar (overworld).
Tidak ada lagi kawasan aman permanen di dalam peta; pemain akan mengandalkan rombongan karavan sebagai zona aman bergerak yang bernuansa mirip dengan Rogue Encampment di Diablo II. Ancaman pun kian beragam, termasuk kemunculan musuh manusia bernama Dread Commanders yang sanggup merusak lingkungan sekitar.

Dari segi mekanik perlengkapan, Blizzard melakukan perombakan pada sistem itemization dengan mengembalikan gear set serta menghadirkan slot sabuk baru dan barang multi-slot.
Dengan rencana peluncuran daftar kelas karakter terbanyak sepanjang sejarah waralaba utama, Diablo V diposisikan untuk menyajikan pengalaman looting dan pertarungan yang jauh lebih brutal. Gim ini ditargetkan untuk meluncur secara resmi pada musim semi 2029 mendatang.
