Tindakan membocorkan konten gim yang belum dirilis kini resmi membawa konsekuensi hukum pidana yang sangat serius. Dua orang pembocor alias leaker konten gim garapan HoYoverse—seperti Genshin Impact, Honkai Impact 3rd, dan Zenless Zone Zero—resmi dijatuhi hukuman penjara oleh pengadilan Tiongkok.
Departemen Hukum miHoYo mengumumkan kabar tersebut melalui video resmi di akun Bilibili mereka. Kasus yang melibatkan dua pengguna Bilibili bermarga Su dan Wu ini mencatatkan rekor sejarah sebagai kasus pidana pertama terkait kebocoran data gim di Tiongkok di bawah pedoman interpretasi yudisial terbaru.

Kedua terdakwa terbukti bersalah atas pelanggaran hak cipta setelah berulang kali mengunggah rekaman gameplay rahasia, demonstrasi karakter baru, hingga animasi skill yang belum diumumkan ke publik.
Berdasarkan data persidangan, unggahan video milik Su berhasil mengumpulkan lebih dari 600.000 tayangan, sementara video Wu meraup lebih dari 300.000 tayangan.
Angka penonton yang masif tersebut membawa keduanya melampaui batas ambang batas baru untuk penuntutan pidana. Su dijatuhi hukuman 1 tahun 2 bulan penjara dengan masa percobaan, sedangkan Wu dijatuhi hukuman 1 tahun penjara yang juga disertai masa percobaan.

Penerapan hukuman pidana ini dimungkinkan berkat aturan yudisial baru di Tiongkok yang tidak lagi hanya berpatokan pada besarnya keuntungan finansial ilegal. Jika aturan lama mensyaratkan keuntungan minimal 50.000 yuan (sekitar Rp110 juta), aturan baru kini menetapkan ambang batas pidana berdasarkan jangkauan penyebaran, seperti mencapai lebih dari 100.000 views.

Pihak miHoYo menegaskan bahwa kebocoran skala besar bukan sekadar merusak kejutan bagi para pemain, tetapi juga merugikan jadwal rilis komersial perusahaan serta mencederai kerja keras tim pengembang. Langkah tegas ini diharapkan dapat memperjelas batasan tanggung jawab hukum terkait praktik kebocoran gim ke depannya.
