Menyaksikan kepopuleran Steam Machine di panggung gim internasional jelas membuat banyak gamer tanah air mengelus dada.
Perangkat keras terbaru besutan Valve ini memang menawarkan impian manis: sebuah PC gaming bertenaga dalam bentuk ringkas yang dioptimalkan khusus untuk kenyamanan bermain di ruang tamu.
Sayangnya, antusiasme tersebut harus berbenturan dengan realita pahit ketika kita menyadari bahwa Indonesia tidak masuk dalam daftar wilayah distribusi resmi dari Valve.

Situasi ketiadaan rilis resmi ini pada akhirnya dimanfaatkan oleh para importir dan toko lokal untuk bergerak cepat mendatangkan unit impor demi memenuhi dahaga para pencinta hardware.
Salah satu toko di kawasan Jakarta Barat terpantau sudah mulai menawarkan perangkat ini kepada konsumen lokal.
Namun, alih-alih membawa angin segar, kemunculannya di pasar tanah air justru menghadirkan kejutan lain yang cukup membikin mengelus dada, yakni lonjakan harga yang tergolong fantastis.
Berdasarkan laporan dari teman kita, Pladidus dari Kokang Gaming, toko lokal tersebut mematok Steam Machine di angka Rp65 juta untuk varian 512GB dan menyentuh Rp70 juta untuk varian 2TB.

Jika disandingkan dengan harga resmi dari Valve—yang apabila dikonversi berada di kisaran Rp18,8 juta (512GB) dan Rp24,2 juta (2TB) tanpa controller—selisih harganya melonjak hingga hampir tiga kali lipat.
Hingga saat ini, belum ada kepastian apakah angka puluhan juta Rupiah tersebut sudah mencakup unit Steam Controller atau baru sebatas unit konsol utamanya saja.
