Krisis Landa Xbox, Marvel’s Blade Terancam Batal dan 5 Studio Bersiap Ditutup


Satu lagi kabar buruk bagi industri.

Kabar kelam kembali mengguncang industri gim global, khususnya di kubu hijau. Microsoft dilaporkan tengah bersiap menghadapi periode paling suram dalam sejarah divisi gim mereka. Menurut laporan eksklusif dari The Verge, Xbox kini sedang menggodok rencana restrukturisasi besar-besaran yang berpotensi memakan korban berupa penutupan sedikitnya lima studio gim ternama, gelombang PHK massal, hingga pembatalan proyek gim ambisius yang sangat diantisipasi: Marvel’s Blade.

Salah satu studio utama yang berada di posisi paling terancam adalah Arkane Studios (khususnya cabang yang menggarap proyek tersebut). Gim Marvel’s Blade yang awalnya diproyeksikan melepas jangkar pada tahun 2026 ini dikabarkan telah didepak mundur hingga akhir tahun 2027. Diperparah oleh pembengkakan anggaran produksi yang sudah melewati batas, gim aksi pemburu vampir ini kini terancam dibatalkan sepenuhnya jika rencana pemangkasan ekstrem Microsoft disetujui.

Raksasa teknologi asal Redmond ini juga dilaporkan memiliki skenario berbeda untuk lini studio mereka yang lain. Berdasarkan laporan Bloomberg, Microsoft berniat melepaskan atau melakukan spin-off terhadap Compulsion Games, Double Fine, dan Ninja Theory. Sementara itu, laporan dari GamesBeat mengonfirmasi bahwa Microsoft sedang bergerilya mencari pembeli potensial untuk Undead Labs—developer di balik waralaba State of Decay—yang secara otomatis membuat nasib proyek State of Decay 3 kini berada di ujung tanduk. Jika tidak ada investor atau pembeli yang bersedia meminang mereka, deretan studio legendaris tersebut berada di ambang penutupan permanen.

Kondisi internal di dalam studio-studio tersebut bahkan dikabarkan sudah sangat tidak kondusif. Manajemen Compulsion Games dilaporkan telah mengimbau para karyawannya untuk mulai mencari pekerjaan baru di tempat lain. Setali tiga uang, Ninja Theory juga diklaim sudah memberi tahu staf mereka mengenai skenario penutupan atau pemisahan perusahaan yang akan terjadi dalam waktu dekat.

Dampak domino dari restrukturisasi agresif ini tentu saja adalah gelombang pemecatan karyawan dalam skala masif yang dijadwalkan bakal dieksekusi mulai 6 Juli 2026 mendatang. Rumor internal mengestimasi sekitar 1.000 pekerja dari berbagai departemen Xbox akan langsung terdampak, dengan potensi tambahan 500 staf lainnya jika lima studio di atas benar-benar ditutup. Di sisi lain, laporan dari Business Insider menyebut Microsoft secara korporasi bersiap memangkas hingga 2,5% dari total tenaga kerja global mereka, yang berarti akan ada ribuan posisi yang hilang dalam pengumuman pekan depan.

Sumbu masalah keuangan ini sempat dibeberkan oleh CEO Xbox, Asha Sharma, melalui sebuah unggahan panjang bulan lalu. Sharma mengakui bahwa Xbox sedang menghadapi kesulitan finansial yang cukup pelik akibat tren penurunan pendapatan yang diperparah oleh melambungnya biaya produksi perangkat keras yang diprediksi akan semakin mencekik di akhir tahun ini.

Lebih lanjut, Sharma menyebut tingginya persaingan di industri hiburan serta langkah ekspansi strategis Xbox dalam beberapa tahun terakhir telah membuat struktur perusahaan mengalami pembengkakan kapasitas yang berlebihan. Akibatnya, manajemen kini terpaksa melakukan langkah mundur secara agresif guna menyelamatkan stabilitas finansial perusahaan.

Badai restrukturisasi ini sendiri sebenarnya mencerminkan kondisi industri gim global yang memang sedang tidak baik-baik saja dalam satu-dua tahun terakhir. Gelombang PHK masif sebelumnya telah menghantam raksasa lain seperti Electronic Arts, Riot Games, Bungie, Amazon Games, hingga Epic Games, termasuk penutupan beberapa studio di bawah payung PlayStation milik Sony. Imbas krisis ini pun sudah mulai dirasakan langsung oleh konsumen lewat meroketnya harga langganan PlayStation Plus, melambungnya harga konsol, hingga kenaikan mata uang premium di dalam gim seperti V-Bucks milik Fortnite.


Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Junior

Suka banget main game terutama game kompetitif kayak League of Legends dan Dota.