Riot Games akhirnya resmi mengonfirmasi kehadiran proyek teranyar mereka bertajuk League of Legends Classic, sebuah versi nostalgia dari gim MOBA berusia 16 tahun tersebut.
Kabar resmi ini sekaligus memvalidasi serangkaian kebocoran data (leak) dari para dataminer yang sebelumnya telah mengungkap eksistensi proyek ini beserta deretan champion awal yang bakal bisa dimainkan.
Dilansir dari HASAGI, video pengungkapan perdana yang dirilis Riot Games sebenarnya belum berbicara banyak soal detail teknis mekanisme permainan.
Menariknya, video berkonsep live-action tersebut—yang dikemas unik layaknya parodi meme “Pepe Silvia” dari serial It’s Always Sunny in Philadelphia—justru memperlihatkan tim internal Riot yang tampak “kebingungan” dalam mendefinisikan arti kata Classic itu sendiri.
League Classic Models + Chromas of the champions that shold be playable, added this PBE pic.twitter.com/SZTlca1YlZ
— SkinSpotlights (@SkinSpotlights) June 26, 2026
Apakah format tersebut berarti mengunci satu musim spesifik di masa lalu? Apakah menggunakan build gim tertentu atau mengembalikan set kemampuan lawas para champion? Ataukah justru kembali ke versi masa-masa beta? Lewat narasi video tersebut, jawabannya tampaknya adalah perpaduan dari semua hal itu.
Berdasarkan penjelasan dari Paul “Pabro” Bellezza selaku Executive Producer League of Legends, Riot Games tampaknya bakal mengambil pendekatan yang sangat cair. Alih-alih mendikte pemain, Riot berencana membiarkan komunitas ikut andil dalam menentukan versi era mana yang menurut mereka layak menyandang predikat “klasik”.
League of Legends Classic is coming as a new game mode ‼️
— League of Legends Leaks & News (@LeagueOfLeaks) June 26, 2026
You will be able to play with the old champions, runes, and items on the original League of Legends map. pic.twitter.com/OUPWb2TYzx
Langkah ini tentu sangat kontras dengan pendekatan kaku dari kompetitornya, Blizzard Entertainment. Seperti yang diketahui, Blizzard memilih mengunci lini masa masa lalu secara absolut saat merilis World of Warcraft Classic serta deretan ekspansinya.
Blizzard belakangan juga menyuntikkan mode Classic ke dalam Overwatch untuk membawa pemain bernostalgia dengan status keseimbangan lawas dan jumlah pahlawan yang lebih sedikit, namun tetap dalam pakem era yang sudah ditentukan sepihak.
This confirms we're not Season 1.
— Necrit 🎩 (@Necrit94) June 26, 2026
This is 2011-2015 Kayle https://t.co/y808ag4gVW
Di sisi lain, para dataminer League of Legends sejauh ini masih terus bergerak bergerilya untuk memecahkan misteri era mana yang menjadi fokus utama Riot. Mereka sempat menemukan sejumlah aset visual berupa konsep seni (artwork) dan skin jadul di dalam server Public Beta Environment (PBE) yang diduga kuat menjadi bagian dari proyek ini, meskipun indikasi tersebut sejauh ini masih belum membuahkan kesimpulan akhir yang pasti.
Bagi kalian yang sudah tidak sabar dan penasaran dengan format final dari proyek nostalgia ini, Riot Games berjanji akan membongkar detail informasi lebih lengkap pada bulan Juli mendatang. Melalui deskripsi di kanal YouTube resminya, Riot mengonfirmasi bahwa pengumuman lanjutan ini akan disiarkan langsung di sela-sela kemegahan babak Grand Finals MSI 2026 yang berlangsung di Daejeon, Korea Selatan, pada 11 Juli pukul 23.00 PDT.
