Sony melaporkan kerugian besar dalam laporan keuangannya berupa impairment loss atau penurunan nilai aset sebesar 765 juta dolar AS.
Jika dikonversi ke kurs saat ini yang menyentuh angka Rp17.000 per dolar, jumlah tersebut setara dengan sekitar Rp13 triliun.
Kerugian signifikan ini disebabkan oleh kinerja pengembang Bungie yang berada di bawah ekspektasi, terutama akibat performa gim Marathon yang dinilai kurang memuaskan.

Sejak dirilis, gim yang semula diharapkan menjadi judul besar bagi Sony tersebut dilaporkan gagal mencapai target penjualan dan tingkat aktivitas pemain yang telah ditetapkan.
Kondisi ini menunjukkan bahwa investasi Sony pada aset terkait Bungie dan proyeknya tidak lagi bernilai sebesar yang diperkirakan sebelumnya.
Meskipun Bungie dikenal memiliki portofolio yang sangat kuat melalui franchise populer seperti Destiny 2, kegagalan Marathon membuktikan bahwa tantangan pasar tetap bisa menghantam studio berpengalaman sekalipun.
Hal ini berdampak langsung pada nilai aset yang dimiliki Sony dan menjadi sorotan utama dalam laporan keuangan terbaru perusahaan.
