Sebelum mulai panjang lebar mengulas Vampire Crawlers, perlu diakui bahwa saya cukup tua untuk mengingat bagaimana game dengan genre dungeon crawling seperti Eye of Beholder, Might & Magic klasik, dan Legend of Grimrock memberikan saya hiburan menyenangkan yang tidak tergantikan di masa lalu.
Bagi saya yang merupakan gamer berusia “kepala tiga” ini, menyusuri labirin dungeon berpola grid, sembari bersiap menghadapi kejutan monster yang menunggu di balik sudut lorong gelap seperti ini memiliki pesonanya tersendiri.
Sekarang, daya tarik klasik tersebut dibangkitkan kembali dengan cara yang sama sekali tak terduga oleh Poncle, kreator dari game bullet heaven Vampire Survivors. Lewat game barunya yang berjudul Vampire Crawlers: The Turbo Wildcard from Vampire Survivors, Poncle tidak hanya mengambil lompatan inovasi yang cukup berarti untuk membuat genre klasik ini relevan kembali, tetapi juga menghadirkan game adiktif yang siap membekas di pikiranmu bahkan mengacaukan jam kamu tidur. Yes and Beware! Saya sudah memperingatkan kamu di paragraf pembuka ini.
Vampire Crawlers akan menjadi game simpel berikutnya yang berpotensi mengacaukan ritme produktivitas kamu.
Ilusi Kesederhanaan yang Siap Menjebak Waktu Pemain

Dari kesan pertama kali bermain, Vampire Crawlers membuktikan bahwa pesona Vampire Survivors bisa diterjemahkan dengan sempurna ke dalam format game roguelite deckbuilder. Masih sama seperti pendahulunya, Vampire Crawlers mengusung daya tarik utama yang membuat Vampire Survivors dulu terasa begitu fenomenal seperti pola permainan snowballing yang selalu membuat pemainnya ketagihan hingga terkena kutukan “one more run” alias satu ronde lagi.
Vampire Crawlers mempertahankan esensi murni tersebut, namun mengubah eksekusinya dalam perspektif first person dungeon crawler. Jika dulu di Vampire Survivors kamu bisa meletakkan controller dan membiarkan karaktermu yang diam di tengah arena bisa membantai musuh secara otomatis, di sini pemain dituntut untuk meracik taktik dan mengeksekusi kartu di tangan menjadi ritme combo yang mematikan.
Berbeda dengan game dungeon crawler klasik pada umumnya, setiap pertempuran di dalam dungeon Vampire Crawlers terasa lebih fast-paced karena format area yang lebih kecil, namun masih memberikan pemainnya risk and reward yang berarti saat mereka melakukan eksplorasi.

Di sini kamu ditantang untuk menyelesaikan serangkaian lantai dungeon berdasarkan setting dunia yang telah kamu pilih. Sama seperti Vampire Survivors, tampilan dunia yang disajikan game ini cukup beragam dan bisa dibilang absurd. Di satu level kamu bertualang menjelajahi dungeon bernuansa kandang sapi, di level lainnya kamu bertualang di awan.
Beberapa elemen senjata ala Vampire Survivors seperti cambuk dan kapak, hingga sihir area yang menghabiskan musuh di semua layar, semuanya direpresentasikan dalam bentuk kartu di Vampire Crawlers. Semua elemen Vampire Survivors ini dibalut ke dalam sistem kombat yang terbilang cukup brilian berkat mekanik combo yang intuitif.
Jika player memainkan kartu secara berurutan sesuai biaya mana yang ada (0, lalu 1, 2, dan seterusnya), efek kartu tersebut akan berlipat ganda sehingga menciptakan kepuasan luar biasa, apalagi ketika kita berhasil memicu reaksi berantai yang menyapu bersih satu ruangan penuh monster.
Kombinasi gameplay yang adiktif dengan visual pixelated ala Vampire Survivors ini seakan-akan menjadi trademark dari Poncle, yang seakan menjadi jaminan bahwa pemain akan bersenang-senang hingga lupa waktu di spin-off game “vampir penyedot waktu produktifmu” kali ini.
Presentasi rewarding yang begitu maksimal

Sama halnya seperti Vampire Survivors, Poncle membungkus spin-off game nya kali ini dengan visual mentereng (ala mesin judi jackpot) yang membuatmu semakin tenggelam menyelami sistem progresi dalam game ini.
Visual rame nan berkilau ala kemenangan jackpot di mesin judi slot game ini seolah membombardir pemainnya dengan hadiah atas setiap jengkal progres yang terjadi. Setiap koin yang dikumpulkan dan tantangan yang diselesaikan di game ini akan membuka fitur baru, mulai dari relik pengubah mekanik permainan hingga modifikasi kartu dengan batu permata baru yang membuat modifikasi game kamu di sesi berikutnya semakin seru.
Poncle masih mempertahankan fleksibilitas build sebagai bintang utama di Vampire Crawlers. Game ini tidak takut membiarkan pemainnya menjadi overpowered, bahkan terasa imba hingga bisa mengalahkan sosok Death yang selalu muncul untuk mengakhiri sesi permainanmu.
Menemukan evolusi senjata atau mengubah kartu sihir menjadi Wildcard di game ini memberikan ilusi bahwa kamu berhasil “mencurangi” sistem permainannya. Siklus menyempurnakan deck pemain hingga permainan terasa berjalan nyaris otomatis seolah menjadi bentuk min-maxing yang telah dirancang sempurna untuk membuatmu lupa waktu memainkan game ini.
Bukan tanpa cela…namun tetap “flawlessly fun!“

Namun, kebebasan pemain menjadi “dewa kartu” di Vampire Crawlers ini datang dengan kompensasinya tersendiri. Karena mekanisme game ini sangat bermurah hati dari segi kekuatan, kurva kesulitannya akan menukik tajam ke bawah begitu kamu berhasil menemukan sinergi kartu yang tepat.
Gamer roguelike veteran mungkin akan merasa tantangan di fase end-game (saat kamu berhasil membuka banyak hal di Vampire Crawlers) terasa kurang menggigit. Sebagian besar musuh akan terasa mudah digilas dengan strategi yang repetitif, sehingga kesan game ini pun berubah jadi “easy to learn, and not hard to master“.
Selain itu, saat layar kamu mulai dipenuhi oleh efek visual bergaya PS1 dari ribuan proyektil dan angka damage yang bertumpuk, masalah performa dan penurunan frame rate (stuttering) kadang masih terasa menginterupsi kekacauan indah di Vampire Crawlers.
Kesimpulan: beli atau tidak?
Overall, Vampire Crawlers bukan game yang sekadar menumpang ketenaran Vampire Survivors yang lebih dulu populer beberapa tahun silam. Game ini boleh dibilang sebagai hibrida cerdas yang sukses mengawinkan nostalgia eksplorasi dungeon crawler klasik dengan candu mekanik deckbuilder modern yang sangat adiktif.
Meskipun umur game ini mungkin akan terasa sedikit singkat bagi player jago yang mencari pengalaman ratusan jam permainan hardcore yang menyiksa, yang jelas, jam-jam bermain yang telah kamu habiskan di Vampire Crawlers merupakan hiburan padat, singkat yang luar biasa menyenangkan.
Singkat kata, Vampire Crawlers adalah masterclass dalam mendesain loop permainan yang akan membuat pemainnya bisa lupa waktu.
Mainkan jika:
– Kamu suka dengan genre roguelite deckbuilder,
– Kamu mencari hiburan singkat yang berbobot dan penuh kesenangan,
– Suka dengan presentasi visual game indie seperti Vampire Survivors yang timeless,
Pikir dulu jika:
– Kamu kurang suka permainan deckbuilder yang mengharuskanmu lebih banyak berpikir,
– Kamu punya backlog permainan yang menggunung dan salah satunya harus ditamatkan,
– Kamu takut ketagihan main game dengan sedang mengurangi screen time demi alasan produktivitas.
