Industri game global kembali dikejutkan dengan bocoran angka fantastis di balik pengembangan judul terbaru Bungie, Marathon.
Berdasarkan laporan internal yang beredar di kalangan analis industri pada April 2026 ini, proyek extraction shooter tersebut dikabarkan menghabiskan anggaran pengembangan lebih dari USD 200 juta atau sekitar Rp3,2 triliun.
Angka ini menempatkan Marathon sebagai salah satu proyek paling ambisius sekaligus berisiko di bawah naungan Sony Interactive Entertainment.

Besarnya anggaran ini disebut-sebut mencakup proses perombakan total aspek visual dan teknis sejak pengumuman perdana mereka beberapa tahun lalu.
Angka USD 200 juta tersebut kabarnya baru mencakup biaya produksi dasar dan belum termasuk biaya pemasaran global serta pemeliharaan infrastruktur live-service yang sangat masif.
Sebagai perbandingan, nilai investasi ini hampir mendekati biaya pembuatan judul-judul blockbuster Sony lainnya seperti Marvel’s Spider-Man 2.
Sejak diluncurkan pada 5 Maret 2026, Marathon mencatatkan angka penjualan yang cukup stabil namun menantang. Game ini diperkirakan telah terjual sekitar 1,2 juta kopi di seluruh platform (PS5, Xbox Series X/S, dan PC).

Meski angka tersebut terlihat impresif, para pengamat menyebutkan bahwa pendapatan yang dihasilkan saat ini baru mencapai kisaran USD 55 juta, yang berarti Bungie masih memiliki perjalanan panjang untuk mencapai titik impas (break-even) dan menutup biaya produksi yang selangit.
Menanggapi kekhawatiran mengenai masa depan game dengan biaya operasional tinggi, pihak Bungie menegaskan bahwa mereka berkomitmen penuh untuk mendukung Marathon dalam jangka panjang.
Berbeda dengan beberapa judul live-service lain yang terpaksa menutup layanan lebih awal, Bungie telah menyiapkan roadmap konten yang padat, termasuk aktivitas endgame baru yang dijadwalkan meluncur pada kuartal berikutnya guna menjaga retensi pemain tetap tinggi.
