Gelombang efisiensi di industri game global kembali memakan korban. Electronic Arts atau EA, dilaporkan telah melakukan pemangkasan jumlah karyawan di beberapa studio internal yang saat ini tengah fokus menggarap proyek ambisius Battlefield 6.
EA has laid off an unknown number of individuals from across its Battlefield teams following its "record shattering" launch for Battlefield 6, which was the best-selling game of 2025 in the United States. https://t.co/YUVAzHoYjg pic.twitter.com/dr7SmUlJ3H
— IGN (@IGN) March 9, 2026
Laporan ini menyebutkan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari upaya restrukturisasi besar-besaran untuk menyelaraskan sumber daya perusahaan dengan prioritas strategis di masa depan.
Beberapa studio utama yang terdampak dikabarkan termasuk bagian dari tim di DICE, Ripple Effect, dan Criterion Games.
Meski jumlah pasti karyawan yang terkena dampak belum diumumkan secara rinci, kabar ini memicu kekhawatiran di kalangan penggemar mengenai potensi keterlambatan jadwal rilis atau perubahan skala konten pada seri terbaru Battlefield.

Namun, sumber internal EA meyakinkan bahwa proyek Battlefield 6 tetap menjadi prioritas tertinggi perusahaan dan pemangkasan ini dilakukan untuk “merampingkan” proses birokrasi pengembangan agar lebih efisien.
Sejauh ini, EA menegaskan bahwa visi mereka untuk mengembalikan kejayaan Battlefield ke akar pertempuran militer yang masif dan destruktif tetap tidak berubah. Perusahaan berjanji bahwa tim yang tersisa akan tetap mendapatkan dukungan penuh untuk menghadirkan pengalaman next-gen yang dijanjikan.
Fenomena layoff ini menjadi pengingat pahit bahwa di balik pengembangan game dengan anggaran miliaran dolar, ketidakpastian ekonomi tetap menjadi tantangan nyata bagi para pengembang di balik layar.
