CEO Shift Up Sebut AI Dibutuhkan Untuk Melawan Developer Tiongkok!


150 vs 1000.

Dalam era panas antara pro dan kontrak penggunaan teknologi AI di industri game, sekarang ada satu lagi pernyataan menarik dari pihak yang besar. Belum lama ini, CEO dari developer Shift Up telah memberikan pernyataan semi-pro kepada penggunaan AI. Beliau menjelaskan kalau teknologi ini bisa membantu mereka melawan negara Tiongkok.

Pernyataan ini dia berikan pada saat dia berbicara kepada South Korea’s 2026 Economic Growth Strategy. Dari argumennya, dia mengatakan kalau jumlah developer atau tangan yang bekerja di industri game Tiongkok sangatlah banyak jika dibandingkan dengan negara lain. Itulah kenapa, teknologi AI bisa membantu mereka meningkatkan produktivitas.

BACA JUGA: Hypixel Konfirmasi Siap Jalankan Hytale Sampai 10 Tahun Lebih!

Kim Hyung-tae mengatakan kalau perbandingan antara developer Tiongkok dan Shift Up sangatlah jauh. Dalam satu projek Shift Up, Kim mengatakan kalau developer yang aktif hanya ada di kisaran 150 orang. Namun, studio Tiongkok sana bisa memiliki 1000 sampai 2000 developer sekaligus, dengan perbandingan yang tinggi seperti ini, maka AI bisa menjadi solusi.

Namun, Kim juga menjelaskan kalau penggunaan teknologi AI dalam development game masih bisa digunakan tanpa harus mengurangi kualitas dari produknya. Sebuah penjelasan yang kurang lebih sama seperti Lariant Studios kemarin, di mana kualitas akhir dari sebuah game masih akan ditetapkan oleh tangan dari para developer yang bekerja.

Memasuki tahun 2026, diskusi tentang teknologi AI dalam dunia game bisa dipastikan akan terus berlanjut. Mulai ada banyak nama developer dan studio besar yang muncul ke permukaan untuk mendukung penggunaannya. Namun, disatu sisi lain kalian juga masih akan menemukan banyak pihak yang menolaknya secara keras.


Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Arshi

Full passion di jurnalistik, terutama soal video games.