Larian Studios Sebut AI Bisa Bantu Developer Game, Tapi Tidak Untuk Hasil Akhir Gamenya!


Helping.

Nama Larian Studios sekarang ini sedang naik daun di komunitas game, tapi bukan karena produk baru mereka yang memecahkan rekor atau hal positif seperti biasanya. Alasan kenapa nama mereka kembali naik mengarah kepada adanya dugaan penggunaan AI terhadap produk terbaru mereka. Satu game yang berjudul Divinity adalah produk yang dimaksud.

Swen Vincke selaku CEO dari Larian Studios sempat mengatakan kalau timnya telah menggunakan teknologi AI pada tahap awal. Larian menggunakannya untuk mencari ide, mendapatkan concept art dasar dan lainnya. Hal inilah yang membuat komunitas merespon Larian Studios dengan cukup negatif, ternyata game mereka ikut dibantu oleh AI.

BACA JUGA: Daftar Game Baru dengan Grafis Paling Bagus Sepanjang Tahun 2026!

Bagi banyak orang, AI seperti ini sangatlah ditolak, apalagi dalam proses pembuatan karya seni seperti sebuah game. Entah itu pada fase awal, sampai ke produk jadi, banyak orang yang menolaknya. Namun, Vincke berargumen kalau AI bisa membantu proses pembuatan game, tapi hanya dalam fase awal saja. Bukan berarti gamenya akan dibuat oleh AI sampai ke asset final.

Semenjak adanya kejadian AI kemarin, Larian Studios sendiri memutuskan untuk tidak lagi menggunakan teknologi AI ini. Mereka mundur untuk sekarang, dan mengatakan kalau mereka tidak akan menggunakannya kepada game Divinity. Namun, Larian sendiri tidak sepenuhnya menutup pintu untuk menggunakan AI di masa depan.

Swen Vincke masih yakin kalau AI masih bisa dipakai sebagai alat bantu untuk mempercepat berbagai ide di berbagai divisi. Selagi hasil akhirnya tidak menyentuh aset yang dibuat oleh elemen kreatif, maka penggunaannya sah saja. Divinity sendiri akan menjadi game terbaru mereka setelah kemarin sukses menyelesaikan Baldur’s Gate 3 di tahun 2023.


Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Arshi

Full passion di jurnalistik, terutama soal video games.