Berkat Animenya, Nama Devil May Cry 5 Kembali Meroket!


Dante & Vergil.

Bulan kemarin, kita baru saja melaporkan kalau hasil penjualan dari Devil May Cry 5 telah menyentuh rekor baru yakni 10 juta unit. Lewat hasil ini, maka game ini berhak mendapatkan gelar Capcom Platinum, yang merupakan gelar bagi sebuah game buatan Capcom setelah menyentuh rekor penjualan 10 juta unit. Sekarang, angka tersebut kembali meroket dan semakin meningkat lagi.

Alasan terbesar kenapa nama Devil May Cry 5 kembali meroket sendiri mengarah kepada kesuksesan dari animenya. Bekerja sama dengan Netflix, Devil May Cry mendapatkan adaptasi anime, dan hasilnya cukup mengesankan. Melihat rating yang diberikan kepada anime ini, banyak orang menyukainya dan hal tersebut sepertinya ikut di-translate ke gamenya.

BACA JUGA: Sony Sudah Mulai Serius Bicarakan PlayStation 6!

Capcom ikut membagikan informasi kalau Devil May Cry 5 telah terjual sekitar 9 juta unit pada bulan Maret. Namun, setelah animenya rilis angka tersebut meroket menajdi 10 juta unit plus, angka ini terus bertambah. Hanya dalam kurun waktu 3 bulanan saja, game ini berhasil menjual 1 juta unit, pertanda yang cukup jelas kalau animenya membawa dampak positif.

Sekarang, pihak Capcom dan bahkan PlayStation ikut kembali mempromosikan game ini di berbagai store mereka. Pihak Sony, belum lama ini bahkan mengatakan kalau mereka tertarik untuk mempromosikan gamenya lewat media anime. Melihat hasil yang didapatkan oleh Devil May Cry, tentu saja hal ini masuk akal untuk diambil, dan beberapa game bahkan sudah mendapatkannya.

Devil May Cry 5 sendiri pertama kali dirilis pada tahun 2019, sudah cukup lama semenjak franchise ini mendapatkan seri terakhirnya. Pihak Capcom sendiri tidak pernah lagi membahas game ini atau bagaimana dengan masa depannya. Namun, melihat hasil terakhir yang seperti ini, maka tidak menutup kemungkinan kalau kita akan kembali mendapatkan seri baru.


Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Arshi

Full passion di jurnalistik, terutama soal video games.