Sucker Punch Berjanji Hormati Budaya Jepang Untuk Ghost of Yotei!


It's All About Respect in Japan.

Tahap promosi untuk Ghost of Yotei akhirnya telah resmi dimulai, dengan berbagai tim dari developer sudah terbuka untuk melakukan wawancara. Sucker Punch adalah developer di balik game ini, dan gamenya sendiri akan menjadi eksklusif untuk PlayStation 5. Game ini akan menjadi persembahan baru dari Sucker Punch sebagai first studio PlayStation.

Sebagai game lanjutan dari Ghost of Tsushima, kedua game ini memiliki tantangan tersendiri, yakni kedua gamenya harus bisa menghormati nilai budaya dari Jepang, tempat inspirasi gamenya diambil. Ketika Ghost of Tsushima dirilis kemarin, hal tersebut berhasil dilakukan oleh developer. Sekarang, Sucker Punch juga kembali berjanji untuk bisa melakukannya lagi di Ghost of Yotei.

BACA JUGA: Take Two Jelaskan GTA 6 Mulai Dikerjakan Pada Tahun 2020!

Nate Fox selaku director dari Ghost of Yotei menjelaskan kalau dia sudah melakukan research yang serius untuk membuat game ini. Beliau sudah melakukan trip untuk datang langsung ke Jepang dan mempelajari banyak hal untuk game ini. Proses ini menjadi yang terbaik menurutnya, sekaligus bisa menambah wawasan dia juga sebagai director game.

“Tim dari Sucker Punch pergi ke Jepang, dan mempelajari berbagai refrensi untuk kembali ke studio dan mengerjakannya. Lewat passion yang tinggi untuk memberikan nilai fiksi yang autentic dari berbagai lokasi di dunia nyata ini,” jelasnya. Semua ini dilakukan oleh timnya, agar mereka bisa menghormati nilai budaya yang ada di Jepang, dan tidak asal buat saja.

Ghost of Yotei adalah game samurai yang mengambil era tahun 1603, kalian akan bermain sebagai Atsu di Enzo, atau nama modernya Hokkaido, Jepang. Ada banyak hal yang akan terjadi dalam game ini, tentunya dengan nilai budaya yang tinggi dan aksi yang berdarah. Sama seperti Ghost of Tsushima, diharapkan game ini bisa memberikan kesan yang sama.


Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Arshi

Full passion di jurnalistik, terutama soal video games.