Jika kalian memperhatikan perkembangan politik dan ekonomi beberapa bulan ke belakang, kalian mungkin bisa menyadari kalau kedua dunia tersebut sedang berubah dengan cukup cepat. Sebagai imbas jangka panjangnya, ada banyak hal atau pasar yang akan ikut kena, termasuk pasar game. Singkatnya, Sony sedang mempertimbangkan untuk memberikan kenaikan harga kepada PlayStation 5.
Pertimbangan ini bisa muncul karena masalah yang terjadi terkait tarif yang mulai berlaku oleh pemerintah Amerika Serikat. Kalian tidak perlu mengetahui secara dalam untuk bisa mengerti kalau dampaknya sangatlah luas. Berkat adanya tarif seperti ini, membuat banyak perusahaan yang mulai mempertimbangkan perubahan rencana mereka, termasuk Sony.
BACA JUGA: Perilisan GTA 6 di Tahun 2026 Masih Bisa Kena Undur!

Dalam laporan keuangan terbaru yang mereka rilis, Sony mengatakan kalau perusahaannya harus mencari 512 juta dollar untuk bisa menutupi dampak dari penerapan tariff Amerika Serikat. Angka yang tentu tidak kecil, dan tidak mudah juga untuk bisa dikumpulkan. Adapun salah satu solusi yang paling masuk akal adalah meningkatkan harga dari PlayStation 5 mereka.
Selain itu, solusi lain yang bisa diambil oleh Sony adalah memproduksi PlayStation 5 secara langsung di Amerika Serikat. Lewat cara seperti itu, maka penggunaan tarif tidak akan berlaku, tapi masalah lain ikut muncul karena berbagai komponen yang dibutuhkan berasal dari banyak area. Seakan menutup lubang, gali lubang lagi jika kita sedang berada di posisi Sony sekarang ini.

Sony dan PlayStation tentu bukanlah satu-satunya pihak yang ikut merasakan dampak tarif ini. Sebelumnya, Microsoft dan Nintendo juga sudah angkat suara terkait dampaknya kepada produk console game mereka. Namun, perlu kita ingatkan juga kalau semua ini masih berupa rundingan dan diskusi, belum ada keputusan resmi yang diambil.
