Kembali ke tahun kemarin dimana Bungie resmi dibeli oleh Sony dengan harga $3,6B, banyak orang melihatnya sebagai pertanda baik. Sony sendiri kurang terkenal dengan kemampuan mereka membuat game live service. Lewat pembelian ini banyak orang melihat sebagai kesempatan terbaik untuk Sony menjajal pasar tersebut, tapi yang terjadi bukan yang diharapkan.
Belum lama ini pihak Bungie baru saja mengumumkan adanya PHK yang cukup besar skalanya kepada para pekerjanya. Sayang sekali, tapi pihak Bungie sendiri tidak memberikan penjelasan apapun, termasuk dari CEO, Pete Parsons.
Apa yang bisa disampaikan olehnya hanyalah sebuah salam perpisahan dan terima kasih kepada para mantan pekerjanya.
BACA JUGA: Capcom Siap Rilis Game Besar di Bulan Maret 2024, Tapi Kita Belum Tahu Game Apa

Lewat adanya informasi ini, ada juga dampak domino yang terjadi karena dua projek besar yang sedang dikerjakannya resmi harus kena delay. Projek besar untuk ekspansi Destiny 2 yang berjudul The Final Shape resmi diundur sampai ke tahun 2024 mendatang. Satu lagi projek yang diundur adalah Marathon, game terbaru mereka yang sekarang ditargetkan untuk rilis tahun 2025.
Minimnya informasi tentang apa yang sebenarnya terjadi membuat pihak komunitas ditinggal kebingunan. Banyak spekulasi yang beredar, dan mayoritas diantara mereka tentu berkesan kurang baik. Pihak Sony juga seakan kena efeknya karena cukup jarang bagi studio di bawah naungan Sony yang mengalami kejadian atau masalah seperti ini.

Hingga saat ini pihak Bungie masih menggunakan Destiny 2 sebagai game paling depan mereka, berbagai sistem monetasi untuk game tersebut masih sering dilakukan. Pete Peterson mengatakan kalau masa depan studio ini masih akan dipertahankan, walaupun ada permasalahan ini.
Jadi, mari kita tunggu saja kelanjutan apa yang akan dialami oleh studio ini.
