Horor adalah salah satu genre yang cukup populer di video game. Namun tidak seperti genre game yang lain, horor adalah genre yang punya paralel di medium cerita lain. Maksudnya adalah kamu juga bisa menemukan genre horor di film dan juga novel.
Menariknya, kalau dibandingkan dengan film atau novel, game punya keunggulan unik dalam menghadirkan pengalaman horor. Bukan berarti game adalah medium yang lebih bagus, hanya saja apa yang ditawarkan tergolong unik.
Membuat Kamu Tidak Berdaya

Horor biasanya menghibur dengan cara mengambil kekuatan dari konsumennya. Misalnya ketika nonton film action, kamu merasa emosi yang positif ketika karakter jagoannya akhirnya menang menghadapi musuh bebuyutan setelah melewati banyak kesulitan. Namun di film horor kamu sebagai penonton harus menyaksikan karakter yang ada di layar kehabisan akal menghadapi makhluk gaib yang datang entah dari mana.
Ketika berakhir dan hantunya kalah pun, kamu mungkin bukan senang tapi lega karena ketegangannya akhirnya berakhir.
Game horor juga menggunakan prinsip yang serupa yaitu membuat situasi di mana karakternya tidak berdaya atau berada di situasi yang sangat sulit sekaligus asing. Kesalahan pun bisa berujung malapetaka. Nah, kalau di film kamu hanya melihat karakter tersebut diteror, di game horor kamulah karakter tersebut. Sekarang kamu yang harus berjuang kabur dari teror dengan apapun alat yang tersedia saat itu.
Jika game-nya punya mekanisme gameplay yang solid dan atmosfir yang sesuai, kamu sebagai pemain mungkin juga merasa benar-benar takut. Misalnya di Alien Isolation kamu harus keluar dari pesawat luar angkasa yang penuh dengan orang jahat dan alien mengerikan. Hanya saja karaktermu tidak punya apa-apa, dan kamu harus bersembunyi dan mencari rute yang tepat. Sang alien juga bisa muncul dari mana saja dan punya indra yang sangat tajam.

Sama halnya dengan misalnya Dead Space pertama. Kamu harus menyisir sebuah pesawat yang dilibas monster alien.
Memang, kamu punya persenjataan untuk melawan, tapi jumlah amunisimu terbatas. Tidak hanya itu, alien-aliennya juga bisa muncul dari mana saja, dan cara mengalahkannya jauh dari biasa.
Terakhir tentu saja P.T. yang menurut saya tidak akan pernah bisa diadaptasi ke medium manapun. Sulit meniru pengalaman di mana kamu hanya melewati koridor yang sama terus menerus. Setiap kali dilewati, koridor tersebut akan berubah, hal-hal aneh dan menyeramkan mulai muncul dan kamu juga ternyata diikuti oleh hantu yang mengerikan. Kabar buruknya adalah kamu harus mencari tahu sendiri cara untuk keluar dari koridor tersebut dengan memecahkan teka-teki yang petunjuknya sangat samar. Semuanya dilakukan di koridor yang semakin lama semakin aneh dan seram.
Tetap Bukan Yang Sempurna

Apakah itu berarti game adalah medium terbaik untuk mempersembahkan pengalaman horor? Tidak juga. Memang, game horor unik karena menempatkan pemainnya langsung ke situasi yang menyeramkan. Namun hal yang sama juga jadi faktor yang membuat sebuah game jadi tidak seram.
Meskipun terbatas, beberapa game horor tetap memberikan pemainnya alat untuk paling tidak menghindar dari hantu atau monster yang mengejar. Hanya saja manusia sebagai pemain biasanya punya akal cerdik untuk mengakali situasi yang mereka hadapi. Tidak hanya itu, kadang game-nya sendiri juga memberikan terlalu banyak alat bantu untuk pemain. Jadi bukannya pemain berusaha bertahan hidup dan selamat dari teror, game-nya jadi tantangan membantai monster dan zombi.

Selain itu pengalaman horor di sebuah game juga bisa pudar dengan cepat. Alasannya karena ketika gagal pemain bisa mencoba lagi, dan lama-lama makhluk yang awalnya seram mungkin malah jadi pengganggu yang menjengkelkan. Monster alien yang mungkin awalnya sulit dikalahkan ketika pertma kali dilihat mungkin bisa ditepis begitu saja kalau sudah dihadapi sampai 30 kali. Tentu saja ada pengecualian seperti P.T. dengan koridor yang terus berubah, Alien Isolation dengan alien yang bisa muncul dari mana saja di sebuah pesawat yang gelap, atau Outlast yang setiap levelnya selalu berbeda tapi selalu seram.
Pada akhirnya, sama seperti film dan novel, seberapa seram sebuah game horor tetap tergantung pada bagaimana cara sang developer meramu game tersebut. Hanya saja keunikan yang dihadikan tetap tidak berubah: di game horor, kamu tidak menyaksikan karakter menghadapi teror, kamulah yang diteror.

I don’t think the title of your article matches the content lol. Just kidding, mainly because I had some doubts after reading the article.