Saat ini, game gacha adalah salah satu genre yang cukup menguasai ranah game mobile. Sejatinya, genre ini adalah game live service yang dikemas dalam gameplay sederhana dan visual anime. Tidak hanya itu, meskipun tidak punya elemen kompetitif, game genre ini tetap mampu membuatmu ketagihan dan bermain setiap hari.
Hobi memainkan satu atau dua game saja sebenarnya tidak ada salahnya. Namun jika kehidupan sehari-hari dan bahkan kondisi dompetmu mulai terganggu karena game, kamu mungkin mulai teracuni oleh model game gacha ini. Agar terhindari dari jebakan tersebut, ada baiknya kamu sadar akan beberapa hal.
Pilih Game yang Bagus dan Kamu Suka

Langkah pertama adalah pilihlah game yang memang punya kualitas bagus dan kamu sukai. Cara paling gampang untuk melihat game gacha mana yang bagus adalah dari ranking pendapatan bulanannya. Angka pendapatan itu berarti game tersebut punya basis pemain yang tinggi, dan banyak di antaranya rela mengeluarkan uang untuk game tersebut. Namun ingat, itu bukan berarti kamu harus ikut mengeluarkan uang juga.
Meskipun begitu, tidak selamanya game yang populer dan bagus cocok untuk semua orang. Arknights misalnya mungkin sangat bagus dengan dunia serta lore yang sangat luas. Namun gameplay-nya jelas tidak cocok untuk pemain yang benci meramu strategi. Sebaliknya, tidak bisa dipungkiri Genshin Impact menawarkan petualangan yang menggugah lewat dunianya yang indah.
Namun tidak seperti game gacha lain yang punya fitur auto-pilot, satu sesi harian Genshin Impact menuntut fokus dari pemainnya selama minimal 30 sampai 40 menit. Kalau ada babak cerita atau event baru, kamu harus menyiapkan paling tidak satu jam atau lebih. Sementara di game lain kamu bisa skip ceritanya dan langsung masuk ke gameplay.
Jangan Mengeluarkan Uang Sebelum Kamu Yakin

Memang, tidak ada yang berhak mengatur bagaimana kamu membelanjakan uang. Jika kamu memang ingin mengeluarkan uang untuk game gacha, silahkan saja. Namun sebelum kamu melakukan itu, pastikan kalau kamu memang tidak keberatan membelanjakan uang tersebut.
Maksudnya adalah uang tersebut memang uang saku yang berlebih, dan kamu rela uang itu mungkin tidak akan pernah kembali lagi dalam bentuk apapun selain pengalaman bermain.
Satu efek psikologis buruk yang bisa timbul ketika kamu membelanjakan uang ke game adalah sunk cost fallacy. Efek ini membuatmu merasa harus tetap dan terus bermain karena kamu sudah terlanjur mengeluarkan uangmu di game tersebut padahal kamu mungkin sudah jenuh atau tidak punya waktu untuk terus bermain. Karena itulah, ketika mengeluarkan uang untuk item digital, selalu ingat bahwa uang tersebut hampir dipastikan akan hilang.
Hindari Pengaruh Orang Lain

Memang, salah satu aspek yang membuat sebuah game seru adalah aspek sosialnya. Bahkan jika game-nya hanya single player atau PvE, kamu bisa berdiskusi bersama teman mengenai game yang kamu mainkan.
Hanya saja jangan sampai apa yang kamu lakukan jadi bergantung pada apa yang dilakukan orang lain. Misalnya, kamu memainkan satu game karena game tersebut populer atau teman-temanmu memainkannya. Atau kamu tergoda untuk mengeluarkan uang karena temanmu atau YouTuber favoritmu punya akun yang jauh lebih keren. Bermain karena ikut-ikutan bisa saja membuatmu terjebak memainkan game yang sebenarnya tidak kamu suka.
Kenali Ketika Kamu Mulai ‘Diatur’ Oleh Game

Karena menganut model live service, game gacha biasanya didesain agar kamu memainkan game ini setiap hari. Komitmen ini juga biasanya diberi imbalan, begitu juga ketika kamu menjalani event atau cerita dalam game. Namun jika tida waspada mindset ‘bermain untuk imbalan’ ini bisa saja tertanam dan membuatmu bermain bukan karena hiburan tapi karena kamu tidak ingin kehilangan reward yang dijanjikan.
Ingat, game adalah saran hiburan yang kamu nikmati ketika memang ingin DAN punya waktu luang di tengah kesibukan. Jangan sampai keseharianmu justru diatur oleh game.
Ingat, Ini Hanya Game

Menekankan poin di atas, karena merupakan sarana hiburan, kamu seharusnya tidak pernah merasa dikejar atau ditinggal oleh game yang kamu mainkan. Melewatkan event di game gacha harusnya tidak lebih dari event yang terlewat saja. Paling parah kamu mungkin kelewatan event yang seru, tapi harusnya tidak lebih dari itu. Apapun imbalan yang kamu lewatkan harusnya tidak perlu dikhawatirkan.
Bahkan kalau suatu waktu kamu harus rehat main beberapa minggu karena kesibukan yang sangat padat, ya sudah. Kamu bisa kembali lagi bermain saat kamu punya waktu.
Ketinggalan update atau progres harusnya bukan jadi alasan untuk berhenti bermain atau sebaliknya memaksamu untuk terus bermain meskipun sedang tidak bisa.
Tips-tips di atas sebenarnya bisa kamu terapkan di game live service lain seperti game esports. Namun motivasi game tersebut yaitu rank mungkin lebih bisa ditepis karena punya efek negatif (misal sering kalah). Bedanya di game gacha adalah kamu hampir selalu diberi imbalan positif, jadi risiko ketagihannya lebih tinggi.
Apakah ini berarti kamu sebaiknya tidak bermain game gacha? Tidak juga, karena game gacha yang berkualitas juga cukup banyak. Namun sebaiknya selalu ingat bahwa kamu bermain untuk mengisi waktu, bukan untuk waktumu diatur oleh game itu sendiri.
