Awal tahun 2000-an adalah era yang menarik untuk industri mainan dan game. Banyak yang ingin mencoba meniru sukses franchise hiburan dan mainan seperti Gundam, Yu-Gi-Oh!, dan tentu saja Pokemon. Masing-masing juga hadir dari pintu yang berbeda, ada yang pertama muncul sebagai mainan, ada yang dari game, ada juga yang dari anime.
Indonesia sendiri juga sempat dilanda tren mainan ini. Dimulai dari Digimon dan tamagotchi-nya, tren mainan ini kemudian meluas ke Yu-Gi-Oh!. Namun di sela-sela itu ada tiga lini mainan yang sempat mendapatkan sorotan: Mini 4WD atau lebih dikenal dengan Tamiya, Beyblade, lalu Crush Gear.
Ketiganya juga punya kesamaan, yaitu hadir sebagai mainan yang diadu.
Tidak hanya itu, ketiganya juga punya anime serta game. Nah, di artikel ini saya ingin sedikit mengenang game dari salah satu dari tiga franchise tersebut yaitu Beyblade, atau lebih tempatnya game Beyblade: Let It Rip yang rilis di Playstation tahun 2001.

Game ini mengajakmu masuk ke dunia Beyblade, tepatnya dunia anime pertamanya yang juga rilis tahun 2001. Gameplay-nya sederhana dan tentu saja beradu Beyblade. Kamu akan memutar Beyblade ke arena dan mengalahkan Beyblade lawan lewat tiga cara yaitu mengeluarkannya dari arena, membuat Beyblade lawan berhenti berputar, atau menyerang dan menguras HP Beyblade lawan hingga hancur.
Kamu bisa memainkan dua mode, yaitu Story Mode dan Free Battle. Story Mode mengajakmu bermain sebagai penantang yang ingin menjadi juara dunia. Kamu harus membuat Beyblade-mu dari awal untuk satu per satu menghadapi lawanmu di turnamen. Seiring progres kamu bisa meng-upgrade gasingmu agar jadi lebih kuat. Sementara di Free Battle kamu bisa melakukan pertandingan singkat dengan karakter manapun.
Game ini juga menghadirkan sejumlah karakter yang muncul di dalam anime. Merekalah yang akan jadi lawanmu di Story Mode dan karakter yang bisa kamu gunakan di Free Battle. Tidak hanya itu, kamu juga bisa menggunakan atau menghadapi Beyblade mereka. Sayangnya di luar itu game ini miskin fitur. Bahkan fitur upgrade dan modifikasi Beyblade-nya juga tergolong minim.
Jujur saja, sebagai mainan, Beyblade dan Crush Gear adalah dua mainan yang cukup aneh karena kamu hanya bisa melihat mainanmu bergerak dengan sendirinya. Namun dalam konteks game khususnya game Playstation 1, Beyblade: Let It Rip adalah yang paling aneh dan menjengkelkan. Alasannya sangat sederhana: kamu hampir tidak bisa mengendalikan gasingmu. Artinya ketika sudah masuk ke arena, kamu hanya bisa berdoa gasingmu tidak melesat ke luar arena begitu saja.
Ini otomatis membuat Beyblade yang berat dan stabil jadi pilihan yang lebih baik daripada Beyblade yang ringan tapi hampir tidak bisa dikendalikan.
Pada akhirnya game ini tidak lebih dari sekadar fan service dan upaya produsennya untuk membuatmu membeli lebih banyak Beyblade. Namun karena kualitasnya memang alakadar, Beyblade: Let It Rip terlupakan dengan cepat bersama dengan mainan dan anime-nya. Bahkan meskipun hingga hari ini game, anime, dan mainan Beyblade sendiri masih hidup, saya ragu ada anak-anak yang kenal dengan mainan ini.
