Semenjak era pandemi di tahun 2020 terjadi, banyak orang mulai pusing dengan kondisi ekonomi mereka, apalagi hal ini juga mempengaruhi ekonomi industri game. Ketika sedang ramai dengan perbaikan ekonomi, ada banyak developer game yang mulai mencari jalur lain untuk mencari keuntungan. Salah satunya adalah dengan memasukan unsur crypto atau NFT dan sistem earn to play ke dalam gamenya.
Dari banyaknya developer yang mencoba sistem ini, SEGA adalah salah satunya, dimana jika kita melihat tahun-tahun kemarin, maka mereka cukup terkenal dengan pemaksaan sistem crypto ke dalam game mereka. Salah satu cara terbaik untuk memasukan sistem crypto ke dalam game adalah dengan membawa earn to play, dimana pemain bisa mendapatkan uang digital dengan cara terus bermain.
BACA JUGA: Capcom Berikan Update Kepada Masa Depan Franchise Sengoku Basara!

Namun, setelah meracik game yang memasukkan sistem seperti itu, hasil yang diinginkan oleh SEGA ternyata tidak sesuai dengan target mereka. Sampai pada akhirnya COO dari developer ini, Shuji Utsumi mengatakan kepada pihak Bloomberg kalau game dengan sistem earn to play membosankan untuk bermain dan alhasil tidak seru untuk dimainkan juga.
Lewat komentarnya ini maka dipastikan kalau SEGA sudah tidak akan lagi memasuki sistem earn to play dan dunia crypto ke dalam produk game mereka. SEGA juga telah memastikan kalau mereka telah berhenti memasukan blockchain kepada media franchise mereka, hal ini harus mereka lakukan untuk memastikan nilai jualnya tidak turun naik.

Jadi untuk sekarang pihak SEGA setidaknya telah mulai menarik diri dari sistem crypto, walaupun masih ada cukup banyak developer yang masih tertarik, seperti salah satunya ada Square Enix. SEGA juga sebenarnya tidak mengatakan akan mundur sepenuhnya, namun untuk sekarang mereka belum bisa memastikan kestabilan dari teknologi ini.
