Rolling Glory Jam sekali lagi merilis game naratif singkat. Setelah What Comes After akhir 2020 lalu, mereka merilis Hello Goodboy tanggal 25 Mei 2023. Tidak hanya singkat dan sederhana, game ini juga menyampaikan pesan moral yang menarik serta cerita yang sebenarnya unik.
Namun jika dibandingkan dengan What Comes After, saya tidak terlalu mendapatkan dampak yang serupa di Hello Goodboy. Setelah dilihat lagi, kekurangannya jatuh cara ceritanya disampaikan.
Berpetualang di Persimpangan

Hello Goodboy menceritakan kisah seorang anak kecil bernama Iko yang terdampar di sebuah tempat yang terlihat seperti jembatan antara dunia nyata dan afterlife. Kamu tidak tahu kenapa Iko terjebak di tempat ini, namun ia kemudian ditemani seekor anjing bernama Coco.
Menggunakan beberapa alat dan kemampuan ajaib, Iko dan Coco kemudian menelusuri tempat tersebut.
Ketika mulai bermain, kamu akan diberi empat minuman yang berbeda dan sebuah jam pasir yang bisa digunakan empat kali.
Selain itu kamu juga akan menemukan empat pintu, masing-masing mewakili musim yang berbeda. Masuk ke satu pintu akan memakan satu penggunaan jam pasir dan membawamu ke sebuah area baru.

Ketika masuk ke satu area, kamu akan menemukan NPC yang sedang dirundung masalah.
Tidak hanya itu, kamu juga akan menemukan benda-benda rusak yang mengeluarkan aura jahat.
Untungnya Iko dan Coco punya kekuatan dan tool box ajaib yang mampu memecahkan semua masalah.
Proses memecahkan masalah di Hello Goodboy berkisar pada QTE sederhana dan juga puzzle. Tapi yang paling penting adalah, setiap masalah utama di satu area punya dua solusi yang berbeda dan kamu harus memilih solusi mana yang kamu inginkan. Pilihan ini juga akan menguras satu penggunaan jam pasir.

‘Solusi’ di sini sebenarnya lebih ke preferensi. Sebagai contoh, di area musim panas pilihan besarmu adalah apakah dua sejoli yang kamu temui piknik di tepi danau sesuai janji atau mencoba ide baru di dalam hutan. Tidak ada pilihan yang salah dan kamu hanya akan mendapatkan achievement yang berbeda.
Seiring progres, kamu akan melihat siapa sebenarnya Iko dan Coco serta penyebab mereka terdampar di tempat tersebut. Namun jujur saja, pesan dan cerita yang disampaikan di Hello Goodboy tidak terlalu berkesan.
Tergerus Gameplay Repetitif

Salah satu faktor mengapa Hello Goodboy kurang berkesan adalah gameplay, atau lebih tepatnya minimnya variasi gameplay. Keempat pintu atau area punya konten dan bahkan urutan yang kurang lebih sama: masuk ke satu area, temui NPC pertama, perbaiki barang rusak yang ada, temui NPC kedua, buat satu keputusan penting sekaligus kenalan dengan makanan khas Indonesia, selesai.
Karena jam pasirmu hanya bisa digunakan empat kali, kamu hanya bisa masuk ke dua area dalam satu playthrough. Jika ingin melihat isi di balik semua pintu, kamu harus ‘menamatkan’ game ini sekali. Masalahnya adalah sequence akhir sebelum game ini tamat juga sangat lama, dan apapun yang kamu lakukan, prosesnya tidak jauh berbeda.
Jujur saja, setelah tamat sekali dan sadar bahwa sisa gameplay-nya sama, saya jadi sedikit ogah-ogahan bermain. Ini secara tidak langsung membuat cerita yang disajikan kurang ‘nendang,’ apalagi kisah Iko sebelum terdampar di dunia ini harus kamu terjemahkan sendiri karena hanya disajikan dalam bentuk gambar.
Jujur saja, Hello Goodboy punya ide cerita yang menarik dan pesan yang positif. Tema utamanya serta upayanya memperkenalkan makanan dan minuman Indonesia juga patut diacungi jempol. Namun tidak seperti What Comes After yang mengemas semuanya dalam satu area, Hello Goodboy dikemas dalam empat area dengan gameplay loop yang sama membuat pengalamannya jadi repetitif.
Hello Goodboy bisa kamu download di Steam.
