Meskipun punya banyak formula yang mirip, Honkai: Star Rail punya banyak hal yang membuatnya sangat berbeda dari game pendahulunya dari Genshin Impact. Perbedaan pertama dan yang paling terlihat adalah sistem combat yang tidak lagi action melainkan turn-based. Lalu berkaitan dengan genre tersebut, Honkai: Star Rail juga menyediakan lebih dari satu konten end-game, salah satunya adalah Simulated Universe.
Saat ini Honkai: Star Rail belum memiliki jumlah karakter yang terlalu banyak. Namun dengan karakter yang terbatas saja, mode Simulated Universe ini sudah menjanjikan potensi gameplay dan eksperimen yang cukup luas.
Rogue-Like Berpadu dengan Turn-Based Combat

Jika harus dijelaskan secara singkat, Simulated Universe adalah mode roguelike singkat di mana kamu akan masuk ke sebuah gauntlet menggunakan empat karakter pilihanmu. Ketika tantangannya dimulai, kamu akan menghadapi sejumlah musuh, dan setiap kali menang kamu akan mendapatkan pilihan buff acak yang memperkuat party-mu. Setiap beberapa pertarungan kamu akan mendapatkan jalur yang bercabang, dan sesekali kamu akan mendatkan area kosong untuk heal atau menukarkan loot yang kamu dapatkan dengan buff baru. Jika kalah kamu akan keluar dari Simulated World tersebut dan harus mulai kembali lagi dari awal.
Ada banyak hal yang membuat Simulated World ini seru.
Pertama, sejumlah buff yang kamu dapatkan tergolong unik dan memanfaatkan cara kerja combat Honkai: Star Rail yaitu interaksi antar karakter.
Misalnya ada sejumlah buff yang berkisar pada follow-up attack alias serangan yang dikeluarkan oleh karakter di luar gilirannya. Ada buff yang membuat follow-up attack memberikan heal dan damage yang lebih tinggi. Buff tersebut sangat cocok untuk Clara yang counter-nya terhitung sebagai follow-up attack. Agar bisa bertahan hidup, Clara sebaiknya diberikan shield, dan kebetulan di Simulated World juga ada buff yang membuat shield tidak hanya lebih kuat, tapi juga memberikan damage ke lawan. Dari situ, saya bisa membuat party yang benar-benar fokus untuk melindungi Clara dan membuatnya jadi sekuat mungkin. Bahkan saat ini di YouTube ada sejumlah video di mana pemain menyelesaikan satu level Simulated World hanya dengan Clara seorang diri.

Memanfaatkan dan memilih buff yang tepat dan bersinergi dengan party-mu di Simulated World sangatlah penting. Jika kamu mengikuti progres akunmu, Simulated World tertinggi yang bisa kamu akses biasanya punya musuh yang levelnya jauh lebih tinggi dari party-mu, biasanya paling tidak 10 level atau bahkan lebih. Artinya cara untuk memangkas ketertinggalan level tersebut adalah dengan buff yang kamu dapatkan.
Kombinasi antara variasi buff serta lawan yang kuat ini membuka potensi team-buiding yang lebih luas. Kamu bisa mencoba banyak hal, mulai dari mencoba satu party yang sama tapi dengan buff yang berbeda, atau sepenuhnya mencoba party baru, mungkin dengan level atau kekuatan yang lebih kecil agar lebih menantang.
Sebagai contoh, di contoh tim Clara yang saya sebutkan di atas, saya bisa saja mencoba fokus mengambil buff ke follow-up attack. Namun di percobaan berikutnya saya mungkin bisa fokus ke sustain dan mencoba bertahan hidup selama mungkin sambil menyicil HP lawan perlan-pelan.
Ada sangat banyak strategi yang bisa kamu coba dan lakukan di Simulated World dan membuat mode ini lebih baik dari satu lagi mode di end-game yaitu Forgotten Hall/Memory of Chaos. Ketika menjajal Forgotten Hall, kamu secara tidak langsung dipaksa agar bisa menyelesaikan tantangannya secepat mungkin yang otomatis membatasi potensi dan opsi tim yang bisa kamu bawa.
Sementara di Simulated World bisa dilelesaikan dengan cara apapun, entah itu speedrun, turtle atau stall, atau bahkan dengan hanya satu karakter.
Tentu saja, akan ada momen di mana kamu kalah di Simulated World karena faktor yang sulit kamu ubah. Misalnya kamu tidak mendapatkan buff yang cocok dengan party-mu, atau lawanmu tiba-tiba menyerang salah satu karaktermu sekaligus padahal karakter tersebut harusnya tidak punya aggro yang tinggi, atau kamu sendiri yang melakukan kesalahan padahal rencana/strategimu sangat rentan jika melakukan kesalahan. Apapun itu, kamu akan jadi penasaran dan mungkin akan berpikir “satu kali lagi” karena mungkin saja kamu hanya kurang beruntung atau kamu harusnya bisa lolos kalau tidak melakukan kesalahan.
