Ketahui 5 Tanda “Red Flag” Sebuah Game yang Mungkin Kualitasnya Tidak Bagus Pada Saat Dirilis!


Tidak semua game baru bisa menjamin kualitas yang tinggi.

Setiap tahunnya kita akan mendapatkan beragam game baru, entah itu dengan kategori triple A atau hanya sebatas indie biasa. Terlepas dari kategori atau kualitas yang diberikan oleh para developer kepada gamenya, hal terpenting dari sebuah game adalah hasil akhirnya itu sendiri. Terkadang ada game triple A yang malah memberikan hasil buruk, atau game indie yang secara mengejutkan memberikan kualitas tinggi.

Terkadang ada banyak sekali game yang dirilis, namun hasil kualitas yang diberikannya ternyata jauh lebih buruk dari apa yang diharapkan para pemain. Apalagi jika kita membicarakan tentang game triple A, dimana game dengan kategori ini biasanya memiliki harga yang tinggi, namun kualitasnya biasa saja. Bagi kalian yang tidak mau terjebak dalam game jelek seperti ini, maka kalian harus tahu dulu 5 tanda atau red flag ketika sebuah game akan memiliki kualitas buruk ketika dirilis.

BACA JUGA: 11 Games Ubisoft yang Siap Rilis Sepanjang Tahun 2023/2024!

Tidak Ada Review & Rating

Tentu saja hal pertama yang harus kalian perhatikan adalah penilaian atau rating, hal ini sudah cukup diketahui oleh banyak orang. Namun, ada perbedaan ketika sebuah game memberi rating atau review, terutama untuk game triple A. Biasanya, jika pihak developer yakin dengan produk akhirnya, mereka tidak akan takut untuk memberikan rating dan review pihak penguji coba gamenya.

Sebaliknya, jika pihak developer tidak membagiakn penilaian mereka, maka ada kemungkinan besar kalau mereka takut gamenya tidak laku setelah mendapatkan rating yang buruk. Hal ini cukup masuk akal memang, jika gamenya jelek dan nilainya juga rendah, pasti akan ada banyak sekali pemain yang tidak jadi membelinya.

Tidak Ada Pembagian Code/Copy

Red Flag kedua masih cukup mirip dengan yang pertama, dimana jika sebuah game dinilai jelek, maka pihak developer biasanya enggan untuk memberikan copy/code, khususnya kepada content creator. Biasanya, akan ada beberapa orang atau content creator terkenal yang diberikan copy mereka sendiri agar mereka bisa memainkan gamenya jauh hari sebelum tanggal perilisan resminya.

Setelahnya, para content creator ini bisa memberikan hasil penilaian mereka satu atau dua hari sebelum perilisan resminya dilakukan. Hal ini bisa dimanfaatkan oleh para developer untuk sarana promosi kalau gamenya bagus, namun hal sebaliknya juga berlaku. Adapun alasan para developer tidak mau memberikan copy mereka karena mereka sadar hasilnya tidak akan bagus dan alhasil promosi lewat cara ini akan terasa percuma.

Trailer yang Hanya Memperlihatkan Cutscene

Saat ini dalam industri game kita sedang ramai mendengar tentang permasalahan trailer dan cutscene, dimana game triple A biasanya hanya memberikan porsi 90% cutscene dan 10% gameplay dalam setiap trailer mereka. Jika kalian melihat ada game yang trailer mereka seperti ini, maka kalian bisa berhati-hati, karena ini juga bisa jadi pertanda kalau gamenya kurang bagus.

Jangan salah sangka dulu, cutscence adalah salah satu bagian utama dari sebuah game, apalagi jika gamenya memiliki cerita yang sangat bagus. Namun, kalian juga harus menentukan, apakah kalian ingin membeli sebuah game untuk dimainkan, atau sebuah game untuk ditonton. Game yang spesial adalah game yang bisa memberikan kualitas setara antara cutscene dan gameplay mereka, God of War (2018) adalah salah satu contoh terbaiknya saat ini.

Rasio Like/Dislike & Komentar Dalam Trailernya

Masih membahas tentang trailer, kali ini pertanda yang jauh lebih jelas yakni rasio antara like & dislike trailer gamenya itu sendiri. Memang benar, situs terbesar seperti YouTube sudah menyembunyikan angka dislike ini, namun kalian masih bisa melihatnya menggunakan extension dan cara lainnya. Hal ini sudah cukup jelas memang, jika sebuah trailer game memiliki dislike yang lebih besar dibanding like, maka kita sudah bisa menyimpulkannya.

Selain itu respon atau komentar yang diberikan juga perlu kalian perhatikan, biasanya komentar di internet selalu saja spot on karena mereka adalah bagian dari konsumen. Sehingga, ketika mereka melihat sesuatu yang jelek, maka mereka akan memberikan komentar dengan tepat dan mengatakan sesuatu tersebut memang jelek.

Kurangnya Promosi & Hype Dari Developer

Terakhir adalah kurangnya promosi dan pemberian hype dari pihak developer itu sendiri, terdengar cukup aneh memang, tapi kalian pasti pernah melihatnya. Game besar yang awalnya terasa megah dan mewah, ketika sebentar lagi akan dirilis, pihak developer malah bersembunyi dan kurang mempromosikan gamenya.

Biasanya, kasus ini bisa terjadi ketika seorang developer gagal meraih apa yang mereka inginkan, dan ketika waktu jendela rilis sudah mulai mendekat, ada baiknya mereka mengurangi hype gamenya. Cara seperti ini memang sangat merugikan, namun ada kemungkinan kalau mereka lebih aktif lagi promosinya, bisa jadi senjata makan tuan dan membuat gamenya jauh lebih merugikan lagi.

Itulah kelima tanda atau red flag yang bisa kalian lihat ketika ada sebuah game baru yang ingin dirilis, apalagi jika gamenya adalah triple A. Tahun ini teknologi game sudah semakin maju, beragam game dengan kualitas tinggi juga ikut dirilis. Namun, jangan salah sangka, dengan kemajuan teknologi yang sudah seperti ini, tidak membuat game yang buruk dan jelek untuk tidak dirilis.


Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Arshi

Full passion di jurnalistik, terutama soal video games.