RPG adalah salah satu genre game yang sangat tua dan juga populer. Alasannya juga banyak, mulai dari cerita yang menarik, dunia yang luas dan konten yang segudang sehingga menjamin gameplay time yang lama, sistem combat yang seru, serta tentu saja kebebasan untuk menentukan build karakter/party. Singatnya, potensi untuk mengekspresikan diri dengan caramu sendiri sangatlah besar.
Karena keunggulannya ini, game RPG juga secara tidak langsung menimbulkan beberapa kebiasaan yang menarik ke pemainnya. Kebiasaan-kebiasaan ini bukanlah hal yang buruk dan biasanya hanya membuat orang lain bertanya ‘kenapa?’ Saya yakin kamu pernah menemui teman dengan kebiasaan ini, atau bahkan kamu sendiri merupakan salah satu pelakunya.
Character Creation: Antara Lama Atau Tidak Sama Sekali

Tidak semua game RPG dilengkapi dengan fitur character creation. Namun jika tersedia, pemain cenderung ada di dua kutub yang berbeda.
Pemain yang suka dengan character creation akan menghabiskan waktu yang sangat lama demi menciptakan karakter dengan penampilan sempurna. Semakin banyak hal yang bisa dimodifikasi, semakin lama juga waktu yang akan ia habiskan untuk membuat karakternya.
Sebaliknya, ada juga yang memang tidak terlalu peduli dan hanya mengambil opsi penampilan yang sudah disediakan oleh developer.
Menghabiskan sedikit waktu di character creation jelas tidak salah. Toh karakter tersebut akan terus kamu lihat selama kamu bermain. Namun menghabiskan satu sesi hanya untuk itu saja rasanya terlalu berlebihan.
Melewatkan Dialog, Cut Scene, Dan/Atau Tutorial

Meskipun mungkin punya bobot di aspek cerita, game RPG tetaplah sebuah game. Artinya hal pertama yang harus kamu nilai adalah gameplay-nya dan bagaimana ceita dalam permainan terintegrasi dengan gameplay tersebut. Sayangnya ada juga yang hanya peduli dengan gameplay.
Pemain yang mungkin tidak sabar atau tidak tertarik dengan cerita dalam permainan mungkin akan dengan mudahnya melewatkan dialog atau cut-scene dalam permainan. Jika bisa, cut-scene tersebut akan di-skip sepenuhnya. Jika tidak, kamu akan menekan tombol yang sama sampai dialognya selesai.
Saya sendiri sempat melakukan ini terutama di side quest Genshin Impact. Entah karena tidak tertarik atau karena tidak ada pengisi suaranya, di setiap dialog untuk side quest saya hampir selalu hanya menekan tombol spasi terus menerus.
Optimalisasi Hingga Maksimal

Salah satu aspek yang harus kamu kuasai di game RPG adalah menyusun party dan membangun karakter yang kuat agar kamu bisa mengalahkan musuh tanpa masalah berarti. Party dengan formasi yang solid dan equipment yang tepat bahkan bisa mengalahkan musuh yang levelnya lebih tinggi.
Optimalisasi jelas tidak ada salahnya, begitu juga dengan mengikuti panduan di internet. Namun satu cara terbaik di internet bukan berarti satu-satunya cara untuk mengalahkan musuh atau bos. Saya yakin masih banyak strategi, formasi, atau build lain yang sama kuatnya atau mungkin lebih seru dan cocok untuk gaya bermainmu.
Ingat, salah saut keunggulan RPG adalah kamu bebas mengekspresikan diri melalui formasi dan build party-mu. Rasanya sayang sekali jika kamu tidak mau melakukan eksperimen dan mencoba build yang memang kamu suka.
Terlalu Asik Dengan Side Quest Dan Side Content

Selain misi yang akan mengantarkanmu ke akhir cerita, game RPG juga biasanya punya banyak side quest dan konten sampingan. Saking banyaknya, tidak sedikit pemain yang justru menghabiskan semua side quest yang tersedia sebelum kembali menyelamatkan dunia. Tidak salah juga, karena side quest yang dirancang dengan baik biasanya menyajikan cerita sampingan yang menarik, lore, atau elemen world building yang membuat dunia dalam game tersebut jadi lebih menarik.
Hal yang sama juga berlaku untuk konten sampingan seperti Treasure Chest di Genshin Impact. Saya yakin banyak pemain yang awalnya berniat terbang ke lokasi Quest tiba-tiba tergoda ketika melihat ada Treasure Chest yang tersegel di bawah.
Menimbun Item

Game RPG dengan sistem combat yang baik selalu mempertimbangkan item sebagai salah satu opsi dan alat bantu untuk pemain. Dalam situasi genting, item bisa saja jadi penyelamatmu. Karena itu tidak ada salahnya untuk membeli dan memebawa persediaan item sepanjang permainan.
Lucunya, mentalitas ‘suatu saat akan berguna’ ini kadang berhenti di situ tanpa tahap penggunaannya. Banyak pemain yang mengambil sebanyak mungkin item untuk berjaga-jaga tapi pada akhirnya tidak digunakan. Menariknya lagi, bahkan ketika ada di situasi di mana ia bisa menggunakan item kuat/langka yang ia simpan, sang pemain mungkin ragu dengan alasan ‘mungkin akan lebih berguna di situasi yang lain’ lalu akhirnya tidak menggunakan item tersebut.
