Tahun 2022 mungkin bisa menjadi salah satu tahun terbesar bagi industri game, banyak yang mengatakan kalau jejak tahun ini sangat mirip seperti tahun 2018. Ada banyak sekali game bagus yang dirilis tahun ini, namun jika kalian mencari lebih dalam maka kalian juga akan menemukan banyak sekali game yang mengecewakan.
Sebuah game bisa dikatakan mengecewakan ketika semua teaser dan lainnya memperlihatkan hasil yang menjanjikan, namun ketika gamenya dirilis, hasilnya malah jauh dari ekspektasi. Lantas, dari banyaknya game mengecewakan ini, game apa saja yang masuk ke dalam 5 terburuk? Berikut kita sudah kumpulkan untuk kalian.
BACA JUGA: 3 Game Terbaik yang Bisa Kalian Mainkan Bersama Keluarga Semasa Liburan!
1. Ghostwire: Tokyo

Salah satu game terbesar yang paling ditunggu perilisannya pada tahun 2022, apalagi setelah melihat beragam trailer yang sangat menjanjikan. Ghostwire: Tokyo adalah game horror yang menceritakan kota Tokyo yang sudah dipenuhi oleh mahkluk astral, dan kalian akan membasmi mereka. Konsepnya terlihat menyenangkan, namun eksekusinya ternyata cukup buruk dan membosankan.
Dari segi combat, game ini menggunakan sistem magic spell yang tidak terlalu dalam, misi yang membosankan dan varian musuh atau mahkluk astral yang dimaksud juga bisa dihitung jari. Secara keseluruhan, game ini jauh dari ekspektasi dan jika game ini ingin membuat sekuelnya, maka pihak developer membutuhkan waktu yang lebih banyak.
2. Overwatch 2

Overwatch 2, dari semenjak perilisannya saja, game ini sudah mendatangkan banyak kontroversi, baik oleh para pemain pindahan Overwatch pertama ataupun pemain yang belum pernah mencobanya.
Langkah yang diambil oleh Blizzard untuk membuat sekuel dari Overwatch sebenarnya cukup membingungkan, apalagi setelah kita melihat Overwatch 2 yang sebenarnya tidak terlalu beda jauh dengan game pertamanya.
Sistem lootbox dan content lock jadi dua permasalahan besar yang dihadapi pemain dalam Overwatch 2, sistem yang sebelumnya tidak terlalu parah, sekarang malah dibuat lebih parah lagi di sekuelnya.
3. Saints Row

Game yang katanya akan menyaingi Grand Theft Auto, kenyataannya Saints Row gagal menemui ekspektasi para pemainnya. Pada versi 2022 sendiri, Saints Row mendapatkan reboot yang cukup besar, namun hasilnya jauh lebih kecil dari mimpi para developer.
Saints Row versi baru ini menggunakan sistem open world, namun world yang dimaksud disini sangatlah kosong, sepi dan membosankan. Selain itu, cerita utama yang diambil juga sangatlah biasa, writing dan dialog yang digunakan terasa hampa, misi yang diselesaikan cukup diulang-ulang, sehingga membuat banyak pemain tidak mau memainkannya hanya setelah beberapa jam saja.
4. Babylon’s Fall

Babylon’s Fall, pada artikel sebelumnya, game ini sempat masuk ke dalam salah satu game dengan rating terburuk sepanjang masa. Square Enix adalah developer dibalik game ini, namun sayangnya hasil yang diraihnya masih jauh sekali dari standar Square Enix.
Permasalahan utama yang sering diberikan kepada game ini adalah visualnya yang masih terlihat seperti PlayStation 3, walaupun game ini dirilis untuk PlayStation 5.
Sistem monetasi yang parah membuat banyak pemain enggan mencobanya, sehingga tidak butuh waktu lama bagi game ini untuk mati, dan pihak Square Enix sendiri berhenti untuk memberikan dukungannya kepada game ini.
5. Digimon Survive

Digimon Survive adalah game visual novel, namun Bandai Namco selaku tim dibalik game ini gagal memberi tahu para pemainnya akan hal itu. Sehingga, pada awalnya mereka yang membeli game ini mengharapkan sebuah game aksi para Digimon, sayangnya yang mereka dapatkan adalah cerita yang memiliki ratusan dialog percakapan antar karakter setiap chapter.
Game ini awalnya tidak pernah dipermasalahkan, namun ketika perilisannya banyak orang yang salah paham dan alhasil mereka sangat kecewa.
Digimon Survive adalah salah satu game yang paling membosankan yang pernah dirilis pada tahun 2022 ini.
Itulah kelima game yang paling mengecewakan sepanjang tahun 2022. Ada game action yang menjanjikan ketika melihat trailer mereka, ada juga game sekuel yang gagal, ditutup dengan game visual novel yang sangat membosankan. Memang benar setiap sesuatu pasti harus dibuat seimbang, dan sepertinya hal tersebut ikut berlaku kepada industri game tahun ini.
