HBO telah membagikan sebuah footage pertama untuk film seri The Last of Us, sebuah live-action yang diadaptasi dari game populer yang dikembangkan oleh Naughty Dog.
BACA JUGA: Review Cult of the Lamb – Bertarung Menghadapi Monster Demi Sekte dan Ritual
Pada cuplikan singkat footage pertama film seri The Last of Us ini, HBO menampilkan aktor Pedro Pascal (Joel), dan aktris Bella Ramsey (Ellie), sedang berjalan di sebuah jembatan bersalju, sambil menyelediki setiap sudut kota, dalam upaya untuk bertahan dalam situasi yang cukup suram. Kita juga bisa melihat Bill, yang diperankan oleh aktor Nick Offerman muncul di footage singkat tersebut.
Kita juga bisa mendengar beberapa kalimat yang diucapkan oleh para pemeran film seri The Last of Us ini.
“Semua orang yang saya sayangi telah meninggal, atau meninggalkan saya,” kata Ellie di teaser-nya.
“Kamu tidak tahu apa itu arti kehilangan.
” jawab Joel dengan nada yang dingin.
The Last of Us sendiri merupakan game dengan settingan post–apocalyptic yang memiliki suasana mendebarkan dan mencekam. Saat pertama kali diluncurkan pada tahun 2013, The Last of Us mendapatkan cukup banyak penghargaan, dibanjiri ulasan positif, dan memiliki basis penggemar yang besar. Lalu pada tahun 2020, atau 7 tahun setelah seri pertama, developer game Naughty Dog akhirnya merilis sekuel bertajuk The Last of Us II, yang juga mendapatkan respon positif, mulai dari aspek gamenya yang realistis, hingga kisahnya yang menyentuh. Hubungan antara karakter Joel dan Ellie ini menjadi jantung dari cerita di seri game The Last of Us.
Sayangnya, saat artikel ini ditulis, HBO belum membagikan informasi tentang tanggal tayang untuk film adaptasi game ini. Namun, menurut perusahaan produksi, film seri The Last of Us kemungkinan bakal tanyang pada tahun 2023.
Perusahaan juga mengkonfirmasi bahwa, season pertama akan mencakup 10 episode dan akan mengikuti cerita aslinya seperti di game, namun di beberapa poin bakal sangat menyimpang. Lokasi syuting film seri ini terletak di Alberta, Kanada, dan dikatakan sebagai produksi televisi terbesar dalam sejarah negara itu, dengan biaya pembuatan lebih dari 10 juta dolar (sekitar 145 miliar rupiah) untuk setiap episodenya!
