Menggarap sebuah proyek video game bukanlah perkara mudah. Apalagi di era modern seperti saat ini, tentu banyak sekali gamer yang memiliki tuntutan agar sebuah video game yang diluncurkan memiliki kualitas. Tapi apa mau dikata, tidak semua developer video game mampu mewujudkan keinginan gamer.
BACA JUGA: Mod Final Fantasy 7 Remake PC yang Menarik untuk Diaplikasikan
Mereka sejatinya telah berusaha keras, tapi di sisi lain, ada beragam tantangan yang pada akhirnya mereka susah selesaikan sehingga membuat video game garapan mereka hadir tidak sesuai dengan standar yang diinginkan. Karena hal ini video game tersebut langsung meredup tak lama game tersebut dirilis.
Lantas apa saja game yang langsung redup begitu dirilis? Berikut pembahasan lengkapnya untuk dibahas bersama-sama.
1. Battleborn

Mungkin tidak banyak orang yang tahu mengenai Battleborn yang dirilis di tahun 2016. Namun sayangnya, game ini hadir di waktu yang tidak tepat karena sebelum game ini rilis, game shooter yang punya kualitas tinggi hadir lebih dulu. Game tersebut adalah Overwatch.
Hal ini membuat Overwatch kerap dibandingkan dengan Battleborn yang kemudian berdampak pada penjualan game tersebut. Bahkan setelah satu tahun dirilis, game ini hanya punya 100 orang pemain. Akhirnya pada Januari 2021, game ini ditutup dan kemudian dilupakan gamer.
2. Anthem

Bioware adalah perusahaan yang terkenal berkat kedahsyatan seri Mass Effect. Namun, mereka pernah mencoba membuat game live service beberapa tahun lalu bernama Anthem. Sebelum demo-nya dirilis, game ini mendapatkan sambutan luar biasa berkat visual serta gaya permainannya.
Sayangnya, game ini dianggap buruk kualitasnya saat demo-nya diluncurkan. Masalah semakin pelik saat game ini resmi diluncurkan ke publik yang membuat popularitasnya menurun. Game ini akhirnya benar-benar terbenam beberapa bulan usai dirilis karena tidak ada perbaikan plus EA menghentikan perbaikan yang ada di dalam game ini.
3. The Culling 2

The Culling  merupakan game battle royale dan pernah menjadi salah satu yang paling populer di Steam sebelum Fortnite dirilis. Tak lama kemudian, dengan meningkatnya popularitas genre battle royale, akhirnya developer Xavient mencoba untuk membuat sekuelnya.
Karena game ini tidak punya kualitas baik akibat belum rampung saat diluncurkan, game ini kemudian dihapus dari Steam. Game ini kemudian bangkit kembali di Xbox One dengan nama The Culling: Origins. Sayangnya, game ini juga tidak sukses sama seperti pendahulunya.
4. Lawbreakers

Dikembangkan oleh Boss Key Productions milik Cliff Bleszinski, Lawbreakers memang hadir penuh dengan ambisi. Digembar-gemborkan punya metode permainan baru di genre FPS multiplayer, nyatanya game ini sama sekali tidak mampu membangun basis fans yang besar.
Meski diluncurkan di semua platform game, Lawbreakers yang diluncurkan tahun 2017 ternyata tetap tidak sukses. Game ini kemudian lenyap dan dilupakan begitu saja oleh para gamer.
5. Back 4 Blood

Game ini memang cukup sukses pada awalnya, apalagi yang membuat adalah Turtle Rock Studios yang pernah menciptakan mahakarya franchise Left 4 Dead. Sayangnya, game yang disebut mirip dengan Left 4 Dead yaitu Back 4 Blood tidak mampu mengikuti pendahulunya.
Meski awalnya sukses, sayangnya Turtle Rock Studios seakan kehilangan sentuhan.
Mereka seperti tidak tahu ingin membawa Back 4 Blood ke mana dengan menambahkan sejumlah update. Sayangnya, update ini membuat game ini dianggap berantakan hingga akhirnya tak mampu mengikuti kesuksesan yang dimiliki Left 4 Dead. Setelah rilis dan hanya selang beberapa bulan, game ini meredup.
