Semakin canggihnya perkembangan video game membuat banyak developer bisa melakukan banyak hal di dalam game garapan mereka. Ada yang menciptakan engine baru untuk IP baru, ada yang mengembangkan IP baru dengan memaksimalkan engine yang sudah ada, melakukan pembuatan ulang video game yang sudah ada (remake), atau meningkatkan game yang sudah ada (remaster).
Untuk yang terakhir atau remaster, tentu ini adalah cara yang diperbolehkan untuk dilakukan dan tentu saja tujuannya adalah untuk mendapatkan keuntungan. Tapi karena semakin maraknya proyek remaster, saya sempat menganggap jika ini bisa dibilang cara yang instan dan mudah untuk mendapatkan keuntungan plus minim risiko.
BACA JUGA: Game Favorit Tim Gimbot di Tahun 2021
Meningkatkan visual dan menambahkan konten dari game lawas yang mendapatkan ulasan bagus di masa lalu adalah cara yang bisa ditempuh dan banyak dilakukan developer. Namun karena saking banyaknya, hal ini menjadi sesuatu yang membosankan dan berbahaya ke depannya.
Kenapa? Karena developer akan terus main aman dan pada akhirnya malas-malasan untuk menciptakan IP baru yang biasanya penuh dengan risiko dalam prosesnya. Lantas apakah praktik remaster ini sebenarnya adalah langkah yang baik? Atau justru buruk?
Alasan Remaster Adalah Hal yang Baik

Tentu saja ada alasan mengapa pada akhirnya banyak developer yang melakukan strategi remaster. Tentu saja alasannya karena banyak juga gamer yang menyukai proyek remaster karena terkesan lebih fresh serta kekinian.
Remaster menjadi hal yang baik karena akan menawarkan lebih banyak kesan yang luar biasa di mana kita mungkin tidak bakal menemukan kesan yang baik itu di versi aslinya. Kita bisa mengambil contoh The Last of Us yang dibuat versi remaster-nya.
Dari sisi kesan permainan, The Last of Us versi asli yang diluncurkan untuk PlayStation 3 memang keren, tapi sensasi memainkannya bisa dibilang kurang nendang. Kita akan dibatasi dari sisi frame rate dan visual sehingga akan mengganggu pengalaman imersif dalam memainkannya.
Namun di versi remaster, kita bakal disajikan dengan frame rate yang tinggi dan visual yang tajam sehingga membuatnya menjadi sebuah game keren dengan pengalaman imersif yang luar biasa. Langkah remaster juga biasanya dilakukan untuk membuat gamer mempersiapkan diri terhadap sekuel yang akan dibuat oleh sang developer.
Hal ini terjadi pada Devil May Cry 4 Special Edition yang diluncurkan lebih dulu sebelum akhirnya Capcom merilis Devil May Cry 5. Ini dilakukan agar gamer mengingat lore dan karakternya sebelum melangkah ke cerita yang benar-benar baru.
Daripada merasakan lore dan karakternya dari Youtube, akan lebih dahsyat dan nyambung jika gamer memainkan game lawasnya lebih dulu melalui versi game aslinya atau dari remaster yang tentunya menyajikan pengalaman lebih baik.
Alasan Remaster Adalah Hal yang Buruk

Seperti pisau bermata dua, daripada menghadirkan hal baik, ternyata ada hal buruk dari remaster juga. Pertama, remaster terkadang membuat gamer khawatir terhadap produktivitas sang developer. Karena dari tahun ke tahun, kita tidak bisa hanya menerima proyek yang dimasak ulang. Sebagai gamer, kita tentu menginginkan proyek yang benar-benar baru seperti era kejayaan console di masa lalu.
Kemudian dari sisi pengalaman permainan, memang gamer akan mendapatkan pengalaman imersif khususnya dari sisi visual serta frame rate, tapi dari sisi cerita, semuanya akan terasa cukup hambar. Saya yang sudah pernah menamatkan Saints Row 3 dan kemudian memainkan versi remaster-nya tidak akan terkejut sama sekali ketika ada sebuah plot twist.
Selain itu, dari sisi harga pun biasanya harga sebuah game remaster akan dibanderol cukup tinggi. Seperti contoh di mana gamer yang ingin memainkan GTA Trilogy Remastered harus merogoh kocek lebih dari Rp700 ribu untuk sekadar game lawas. Ini tentu menjadi hal yang menjengkelkan.
Belum lagi terkadang developer memilih untuk menghapus game versi aslinya dan menukarnya dengan versi remaster sehingga gamer tidak ada pilihan untuk memainkan game aslinya dan harus membeli versi remaster jika mereka ingin memainkannya walaupun versi remaster sudah memiliki berbagai improvement untuk membuat performanya lebih dahsyat.
Kesimpulan
Buat saya pribadi, terkadang saya setuju terhadap praktik remaster jika benar-benar dilakukan untuk melestarikan video game lawas asal bisa terus dinikmati oleh gamer baru. Namun jika dilakukan terus menerus dan berlebihan tanpa kawalan, si developer mungkin akan keenakan hingga akhirnya lupa untuk menciptakan IP baru atau malas menciptakan yang baru untuk kita semua karena tergiur dengan praktik remaster yang menguntungkan serta bisa cepat dilakukan.
