Sebagai sebuah game yang populer, seri Dark Souls menjadi salah satu genre yang menginspirasi cukup banyak developer game. Dan salah satunya adalah Thyemsia yang dikembangkan oleh developer indie, Overborder Studio. Thyemsia rencananya dijadwalkan rilis pada tanggal Desember 2021, namun belum lama ini developer game memutuskan untuk menunda peluncuran Thyemsia hingga tahun 2022.
BACA JUGA: Saints Row Reboot Resmi Ditunda Sampai Bulan Agustus 2022
Pengumuman ditundanya Thyemsia ini diposting oleh Overborder Studio lewat Steam. Alasan utama dari penundaan game mirip Dark Souls ini adalah, studio membutuhkan lebih banyak waktu agar bisa memoles dan mengembangkan game dengan hasil terbaik.
Hai semuanya,
Bersama dengan publisher, Team17, kami telah membuat keputusan sulit yakni menunda peluncuran Thymesia hingga 2022. Sebagai komunitas, dukungan Anda sangat luar biasa, dan kami tahu ini akan mengecewakan banyak orang, tapi kami memiliki tujuan untuk meluncurkan Thymesia dalam keadaan terbaik, dan untuk mewujudkan hal ini, kami perlu waktu pengembangan sedikit lebih lama.
Penting bagi kami sebagai developer game untuk mengeluarkan sesuatu yang kami banggakan, dan kami tidak sabar agar Anda menikmati pengalaman atas karya yang kami buat tahun depan ketika sudah sudah sepenuhnya siap.
Terima kasih atas pengertian dan dukungannya!
Tak lama setelah pengumuman penundaan, developer game merilis teaser trailer yang memamerkan beberapa gameplay pertarungan melawan bos dan tampak dunia Thymesia juga! Selain mengumumkan jadwal rilis yang ditunda, Overborder Studio juga mengumumkan bahwa game ini nantinya bakal tersedia untuk konsol Xbox Series X/S dan PlayStation 5. Jadi bisa ditarik kesimpulan, bahwa penundaan ini cukup masuk akal, mengingat game ini awalnya hanya eksklusif untuk PC, sehingga pihak developer memiliki banyak waktu mengoptimalkan game untuk konsol.
Sebagai informasi tambahan, di Thymesia kita akan mengikuti petualangan sosok manusia setengah gagak yang misterius bernama Corvus dalam upaya mengembalikan ingatannya yang hilang dan menyelamatkan kerajaannya. Di game ini developer game mengusung sistem plague weapon, di mana Corvus bisa mencuri plague weapon musuh dan digunakan untuk dirinya sendiri.
