Setelah digelar pertama kali di Bandung pada 2019 lalu, Indonesia Game Developer Exchange (IGDX) kembali menyapa para game developer di Indonesia lewat IGDX 2021 untuk meningkatkan daya saing dan publikasi game developer lokal di pentas dunia.
IGDX 2021 memiliki banyak rangkaian kegiatan menarik loh, seperti IGDX Academy, IGDX Career, IGDX Business, dan puncaknya IGDX Conference. Berbagai kegiatan tersebut diisi oleh praktisi dari industri game lokal dan juga internasional.
Puncak perhelatan IGDX 2021 akan diadakan pada 20 dan 21 November 2021 mendatang. Nantinya para game developer lokal akan berkesempatan unjuk gigi untuk memamerkan game buatannya pada ajang IGDX Conference secara virtual melalui laman www.igdx.id.

Direktur jenderal aplikasi Informatika, Semuel A. Pangerapan, menyatakan “Ini adalah langkah nyata pemerintah untuk mendukung perkembangan ekosistem industri game Indonesia. Dengan fasilitasi dimulai dari peningkatan kualitas produk dan SDM pelaku industri game developer lokal, hingga menjadi wadah bagi para investor, publisher lokal dan asing, dan para game developer asing untuk bertemu dan berkolaborasi dengan game developer lokal,”.
“Melalui teknologi virtual, pandemi tidak menjadi halangan untuk para game developer dapat menunjukkan produk game mereka melalui virtual exhibition,” imbuhnya.
Selain pameran, rangkaian kegiatan IGDX Conference juga menghadirkan sharing session yang diisi oleh para narasumber dari praktisi industri game. Mulai dari game developer lokal dan internasional, publisher game, hingga perwakilan pemerintah.
Sejumlah panelis yang akan hadir mengisi acara antara lain, Presiden Asosiasi Game Indonesia, Cipto Adiguno, CEO Agate International, Arief Widhiyasa, CEO Toge Productions, Kris Antoni, serta perwakilan dari Nintendo dan Google. Para developer game atau siapapun yang tertarik terjun di industri game bisa mengikuti semua sesi ini secara gratis dengan mendaftarkan diri di www.igdx.id.

Diketahui, berdasarkan penyelenggaraan IGDX 2019, 66% peserta IGDX berasal dari kalangan profesional, dengan 16,1% mahasiswa dan sisanya masyarakat umum. Data tersebut menunjukkan bahwa minat terhadap IGDX berasal dari pelaku industri dan calon SDM yang tertarik masuk ke dalam industri game. Selain itu, IGDX juga menjadi ruang bagi perluasan jejaring yang baik dari pihak-pihak tersebut.
Di IGDX 2021, para developer game lokal Indonesia juga dapat terhubung dengan publisher, investor, dan pemangku kepentingan lainnya dengan mengikuti IGDX Business. IGDX Business diselenggarakan secara daring dengan tujuan membuka akses kerja sama dan investasi bagi game developer Indonesia dengan para pelaku industri game global, seperti publisher dan investor. IGDX Business yang akan diselenggarakan melalui platform digital pada 18-21 November 2021 ini akan dihadiri oleh lebih dari 200 pelaku usaha di bidang industri game lokal dan global.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Game Indonesia (AGI), Cipto Adiguno mengatakan sebagai industri digital yang tak terbatas oleh posisi geografis, persaingan di industri game sangat ketat karena langsung berhadapan dengan industri besar di skala global.
“Melihat hal tersebut, IGDX menempati posisi yang penting dan krusial dalam industri game Indonesia. Dengan menarget secara spesifik para pelaku profesional, dan bukan pemula atau amatir, IGDX menaikkan batas atas kemampuan developer lokal agar semakin mampu bersaing secara global,” tutur Cipto.
Informasi mengenai pendaftaran, jadwal acara, serta detail lain mengenai IGDX 2021 bisa langsung diakses melalui laman resminya di www.igdx.id.
