Dalam presentasi tanggal 27 Mei 2021 lalu, kita mendapatkan banyak informasi mengenai game baru Dragon Quest yang akan rilis. Tapi satu game yang paling penting yang diumumkan adalah Dragon Quest XII: The Flames of Fate yang merupakan sekuel terbaru dari game mainline Dragon Quest. Tapi selain menghadirkan cerita baru, game ini dijanjikan akan menghadirkan banyak perubahan yang berbeda dari game-game sebelumnya.
Perubahan pertama adalah tema cerita yang akan diusung.
Meskipun tidak memberikan informasi mengenai premis ceritatanya, Yuji Horii mengatakan bahwa cerita dalam Dragon Quest XII akan membawa tema yang sedikit lebih dewasa. Sejauh ini, meskipun punya banyak plot twist dan alur cerita yang menarik, Dragon Quest selalu memiliki premis cerita “pahlawan terpilih membasmi makhluk jahat” dan siapa yang baik dan jahat selalu bisa dibedakan dengan jelas. Mengusung tema yang lebih dewasa mungkin akan menghadirkan premis yang sedikit berbeda dari biasanya.
Karena punya tema yang lebih dewasa, Yuji Horii juga mengatakan bahwa game baru ini juga akan menantang pemainnya untuk mengambil pilihan yang mungkin berat. Tidak hanya itu, pilihan tersebut juga dijanjikan akan memberikan pengaruh yang berbeda dalam permainan.
Ini mungkin bukan hal yang baru di banyak game JRPG, tapi sangat jarang diterapkan di game Dragon Quest yang selalu linier.
Perubahan terakhir adalah yang menurut saya paling penting karena akan mengubah salah satu faktor yang jadi ciri khas Dragon Quest. Dragon Quest XII direncanakan akan membawa perubahan ke sistem combat yang kita kenal, yaitu menu/combat-based combat yang sangat klasik, tradisional, dan bisa dibilang sudah kuno.
Banyak fans yang merasa khawatir dengan prospek perubahan sistem combat ini. Alasannya beragam dan rata-rata mengarah ke preferensi alias tidak menyukai sistem combat tertentu (misal action) di game RPG. Tapi akar alasannya tentu saja adalah sistem combat JRPG tradisional ini merupakan salah satu ciri khas atau identitas Dragon Quest dan bisa dibilang salah satu pengalaman yang dicari di serial ini. Beranjak dari sistem ini tentu saja membuat banyak penggemar khawatir Dragon Quest kehilangan salah satu identitas yang membuatnya dikenal di seluruh dunia.
Yuji Horii sendiri menjanjikan bahwa ia tidak akan menghapus menu/command-based sepenuhnya. Artinya kamu akan tetap bertarung dengan memilih command yang tersedia secara manual. Hanya saja belum diketahui seperti apa sentuhan dan perubahan yang akan dibawa di Dragon Quest XII, apakah akan menjadi action-time battle (ATB) ala Final Fantasy modern atau lebih mirip dengan apa yang sedang dilakukan serial Yakuza saat ini. Kita tunggu saja informasi lebih lanjut di pengumuman berikutnya.
