5 Hal Menyebalkan yang Sering Kamu Temui di Game RPG


Sejak tahun 70-an, genre RPG sudah melalui banyak perubahan. Tapi masih banyak hal menyebalkan yang bisa kamu temui di game RPG.

hal-menyebalkan-game-rpg-featured

RPG adalah salah satu genre game yang paling populer. Genre ini sudah hadir sejak tahun 1970-an dan sudah mengalami banyak evolusi. Banyak game yang mencoba menghadirkan ide dan formula baru, beberapa berakhir sukses tapi tidak sedikit yang gagal.

Tapi meskipun sudah mengalami banyak perubahan, ada banyak hal yang menyebalkan yang bisa kamu temui ketika bermain game RPG. Beberapa perlahan sudah berubah, tapi ada juga yang masih bisa kamu temui di banyak game RPG.

1. Random Encounter

hal-menyebalkan-game-rpg-octopath

Random encounter adalah salah satu fitur yang sudah sejak lama ada di genre RPG, terutama JRPG. Tapi meskipun sudah ada sejak lama, saya rasa sudah saatnya fitur random encounter ditinggalkan di genre ini atau genre manapun.

Kecuali kamu memang ingin melakukan grinding, random encounter selalu menjadi interupsi yang merusak momentum atau perjalananmu. Kamu sedang buru-buru melewati sebuah area untuk melanjutkan cerita. Tapi kemudian layarmu berubah, kamu dibawa ke loading screen, lalu harus menghabisi lawan yang kamu hadapi. Setelah itu kamu harus melihat party-mu melakukan pose kemenangan, melihat EXP yang kamu dapatkan, sekali lagi melihat loading screen, lalu kembali melanjutkan perjalanan.

Bayangkan kamu harus melalui proses tersebut berkali-kali, apalagi di saat kamu tidak ingin bertarung sama sekali. Lebih parah lagi jika monster area yang kamu telusuri punya level yang lebih rendah yang jika dikalahkan justru hanya membuang MP, HP, dan waktu karena tidak memberikan EXP yang layak. Memang, kamu tetap bisa kabur untuk memangkas waktu, tapi pada akhirnya kamu tetap harus melewati paling tidak tiga layar sebelum bisa melanjutkan perjalanan.

Untungnya fitur ini sudah mulai ditinggalkan.

Banyak game RPG yang mulai memperlihatkan monster berkeliaran di overworld dan bisa kamu hadapi jika kamu menyentuhnya. Jadi kamu bisa menentukan kapan kamu ingin bertarung.

Beberapa game seperti Final Fantasy XV bahkan membuatmu bisa langsung menghadapi monster yang ada di overworld tanpa harus pindah dari layar eksplorasi ke layar combat.

2. Fetch Quest yang Berlebihan

hal-menyebalkan-game-rpg-dqxi

Salah satu cara developer membuatmu berinteraksi dengan dunia dalam permainan adalah dengan memberikan banyak misi yang harus kamu kerjakan. Misi ini bisa bersifat wajib agar kamu bisa mendapatkan progres cerita, tapi ada juga yang bersifat sampingan. Apa yang harus kamu lakukan di misi tersebut juga beragam. Tapi dari banyak jenis tugas yang bisa kamu dapatkan, fetch quest mungkin yang paling membosankan, apalagi jika porsinya berlebihan.

Fetch quest adalah misi di mana kamu harus pindah ke satu tempat untuk menemukan seseorang atau tempat, biasanya untuk mengambil/mengantarkan barang atau menyampaikan pesan. Di atas kertas misi ini sebenarnya membosankan, tapi ini bisa ditutupi dengan konteks misi yang lebih menarik.

Sayangnya jika dilakukan terlalu sering, fetch quest akan jadi misi yang sangat menjengkelkan. Ini karena kamu harus bolak balik hanya untuk bicara ke NPC dan tidak melakukan gameplay yang menarik. Salah satu contoh fetch quest yang buruk sempat saya temui di Bravely Default 2 yang baru rilis. Kamu harus mengantarkan makanan yang dibuatkan oleh seorang istri di kota ke suaminya yang bekerja di reruntuhan. Tapi kemudian kamu harus kembali lagi ke sang istri untuk mengambil botol minum, lalu kembali lagi untuk mengambil sendok garpu, lalu terakhir menyampaikan pesan sayang untuk sang istri. Kamu harus empat kali bolak balik ke dua lokasi yang sama hanya untuk misi yang tidak berkontribusi ke cerita.

Sekali lagi, fetch quest bukanlah misi yang terlalu buruk jika porsinya tepat dan punya konteks konteks dan narasi yang menarik. Tapi sebuah game punya terlalu banyak fetch quest, kamu mungkin merasak developernya hanya ingin membuang waktumu.

By the way, baca juga review Bravely Default 2 dari Gimbot

3. Combat yang Hanya Beradu Damage

hal-menyebalkan-game-rpg-adamantoise

Satu lagi elemen yang membuat game RPG menarik adalah sistem combat. Umumnya, ketika bermain game RPG, kamu akan menghabiskan cukup banyak waktu bertarung dengan musuh. Artinya sistem combat yang solid dan unik jadi faktor penting untuk membuatmu betah bermain hingga berjam-jam.

Sebaliknya, sistem combat yang “setengah jadi” akan membuat pengalaman bermainmu terasa membosankan setelah beberapa jam. Kasus terburuk adalah ketika combat dalam permainan tidak lebih dari adu damage dengan lawan. Kamu hanya perlu melakukan damage terus menerus dan menghabisi lawan secepat mungkin sebelum lawan menghabisimu.

Salah satu contoh untuk kasus ini adalah mayoritas story mode/single player game Pokemon. Umumnya kamu hanya perlu mencari membawa Pokemon dengan serangan dengan elemennya efektif menghadapi lawan. Kamu tidak perlu memanfaatkan mekanisme combat lain yang sebenarnya ada seperti status effect atau buff/debuff. Cukup disayangkan karena pengalaman tersebut jauh berbeda di mode PvP di mana kamu harus memanfaatkan banyak hal yang bukan damage untuk bisa unggul dari lawan.

4. Kewajiban Grinding

hal-menyebalkan-game-rpg-ultros

Sistem combat yang solid memang bisa membuat sebuah game RPG jadi seru dan tidak membosankan. Tapi bahkan sistem combat bisa jadi sangat dibenci jika kamu harus melakukannya terus menerus hanya untuk mendapatkan progres cerita.

Game RPG juga dikenal dengan Boss Fight yang menantang kemampuan pemain dalam meramu strategi. Jika kamu punya kombinasi party yang saling melengkapi, bisa mengenali kemampuan dan pola bertarung bos, dan bisa meramu dan mengeksekusi strategi yang tepat, kamu harusnya bisa menghadapi bos yang levelnya lebih tinggi. Tapi keseruan ini akan hilang jika bos tersebut tidak bisa dikalahkan kecuali kamu punya level yang lebih tinggi.

Kewajiban level ini mungkin tidak terlihat dalam permainan. Terkadang bos yang kamu hadapi memang lebih alot dan/atau punya serangan yang sangat kuat serta punya hal khusus yang hanya bisa ditangkal dengan mekanisme tertentu.

Bayangkan jika mekanisme tersebut baru bisa kamu akses ketika karaktermu menginjak level yang tinggi. Kamu berarti harus menghabiskan waktu untuk grinding alias meningkatkan level dengan menghabisi monster di overworld berkali-kali dan selama berjam-jam.

5. Karakter dan NPC yang Buruk

hal-menyebalkan-game-rpg-squall

Kali ini saya tidak akan menyinggung elemen gameplay melainkan elemen storytelling dalam game RPG. Agar tertarik dan mau menjalani cerita yang terjadi, sebuah game RPG sebaiknya punya karakter yang oke, mulai dari karakter utama, karakter lain dalam party, bahkan sampai NPC. Karakter-karakter ini tidak harus inovatif dan unik, tapi paling tidak mereka punya kepribadian yang cocok dengan game-nya punya interaksi satu-sama lain yang menarik untuk disimak. Jika tidak, kamu mungkin tidak betah memainkan karakter-karakter ini dalam waktu lama.

Bagaimana sebuah karakter bisa dinyatakan bagus memang sangat berbeda dan tergantung dengan seleramu. Tapi karakter yang buruk atau tidak punya interaksi yang bagus satu sama lain akan membuat pengalamanmu sedikit terusik. Bahkan jika kamu tidak tahan dengan karakter-karakter ini, kamu mungkin jadi malas bermain.

Hal yang sama juga berlaku untuk NPC. Kadang ada NPC yang muncul dalam cerita dan punya karakteristik yang sepertinya tidak cocok dengan cerita atau momen tersebut. Selain itu kadang ada NPC yang hanya muncul sekali tapi kemudian tidak lagi relevan dalam cerita.


Apa saja momen dan hal yang kamu benci ketika kamu bermain game RPG?


Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Kaoru

Hmmm...