Analisis Pikachu, Maskot Franchise Pokemon yang Tidak Akan Bisa Digantikan


Pokemon adalah franchise yang besar dan berusia lebih dari 20 tahun. Tapi selama 20 tahun tersebut, Pikachu selalu menjadi maskot utama.

analisis-karakter-pikachu-featured

Pokemon adalah salah satu franchise media yang paling terkenal di dunia saat ini. Monster-monster lucu dan/atau keren ini bisa kamu temui di video game, anime, film, hingga game kartu. Sejak berdiri dari tahun 1995, monster atau Pokemon yang diperkenalkan juga sudah mendekati angka 1.000. Tapi setelah lebih dari 20 tahun, Pokemon tetap punya maskot yang sama, yaitu Pikachu.

Dalam artikel kali ini, kami mungkin tidak akan menganalisis karakter berdasarkan kepribadian atau kisahnya. Sebagai gantinya, kami akan membahas bagaimana seekor tikus listrik berwarna kuning bisa menjadi wajah sebuah franchise hingga 25 tahun lamanya.

Dari Pokemon Langka Hingga Menjadi Maskot

analisis-karakter-pikachu-1997

Pikachu adalah satu dari 152 Pokemon pertama yang muncul di Pokemon Red, Blue, dan Green. Tapi tidak seperti di anime, ia bukanlah salah satu starter partner yang bisa kamu pilih. Kamu tetap bisa menangkapnya di salah satu area awal permainan, tapi ia terbilang cukup langka dan memerlukan kesabaran untuk bisa ditemukan.

Kali pertama Pikachu muncul sebagai maskot utama di franchise Pokemon adalah di dalam anime. Pertama kali disiarkan tahun 1998, anime tersebut langsung populer, termasuk Pikachu yang menjadi partner sang karakter utama yaitu Satoshi/Ash.

Di tahun yang sama, developer Game Freak kemudian merilis Pokemon Yellow. Game tersebut punya konten yang sama dengan Pokemon Red/Blue/Green. Satu-satunya yang membedakan adalah kamu hanya bisa memilih satu partner yaitu Pikachu. Dari situlah Pikachu kemudian mendapatkan statusnya sebagai maskot.

analisis-karakter-pikachu-fight

Hingga saat ini, Pikachu selalu ada di semua game Pokemon. Semua game utama Pokemon selalu punya Pikachu yang bisa kamu tangkap. Semua game spin-off Pokemon selalu menghadirkan Pikachu sebagai salah satu karakternya. Tidak tanggung-tanggung, game seperti Pokemon GO bahkan punya banyak versi Pikachu yang bisa kamu tangkap. Lalu ketika hadir di franchise lain seperti Super Smash Bros. Pikachu selalu menjadi perwakilan dari Pokemon.

Maskot yang Sudah Tidak Bisa Digantikan

analisis-karakter-pikachu

Seperti yang kami sebutkan di atas, Pikachu awalnya bukanlah satu-satunya maskot di seri ini. Tahta tersebut sempat jatuh ke tangan Clefairy yang punya andil besar di cerit komik Pokemon, Pokemon Adventure. Awalnya, Clefairy-lah yang akan menjadi maskot Pokemon.

Tapi ketika akan diangkat menjadi anime, posisi maskot tersebut justru dipindahkan ke Pikachu. Alasannya ada banyak, dan hampir semuanya berkisar pada marketing.

Meskipun tidak kalah lucu, Clefairy yang berwarna pink dianggap terlalu identik dengan wanita. Ini tentu membuat Pokemon menjadi kurang menarik untuk dilihat oleh anak laki-laki. Karena itulah maskot di anime tersebut kemudian jatuh ke Pikachu yang tetap lucu dan menarik minat anak perempuan, tapi juga dengan elemen listrik yang keren dan menarik minat anak laki-laki.

Bentuk Pikachu yang terinspirasi dari tikus juga membuatnya lebih mudah diidentifikasi sebagai hewan peliharaan ketimbang Clefairy. Selain itu, kuning yang menjadi warna utama Pikachu merupakan satu dari tiga warna dasar dan mudah dikenali bahkan dari jauh.


Di setiap generasinya, semua pihak yang terlibat di seri Pokemon selalu punya satu Pokemon yang menjadi wajah utama. Misalnya di generasi empat, wajah utama ini adalah Lucario, kemudian di generasi tujuh ada Mimikyu, dan seterusnya.

Tapi meskipun punya satu Pokemon yang jadi sorotan utama di satu generasi, posisi Pikachu sebagai maskot Pokemon secara keseluruhan tidak bisa digantikan. Ia sudah terlanjur memberikan dampak yang besar terhadap seri dan franchise Pokemon dari tahun ke tahun.

Baca juga: Analisis Pac-Man – Karakter yang Menepis Norma Video Game Di Era 80-an


Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Kaoru

Hmmm...