Perspektif kamera adalah salah satu hal penting yang mempengaruhi pengalaman yang disajikan sebuah game. Artinya perspektif ini juga bisa mempengaruhi apakah game tersebut cocok untukmu atau tidak, entah karena pengaruh selera atau bahkan kemampuanmu dalam mencerna informasi dan merespon terhadap gerakan di layar.
Ada banyak jenis perspektif kamera yang bisa bisa kamu temui ketika bermain game, tapi lima di bawah ini adalah yang paling umum kamu temui.
1. First Person

Perspektif kamera first person mengajakmu melihat langsung dari mata sang karakter. Karena seolah “menjadi karakter” dalam game, kamu akan merasakan tiap tindakan yang kamu lakukan. Jika menembakkan senjata, kameramu juga akan berguncang akibat efek recoil senjata. Saat bermain film horor, kamu akan langsung merasakan kengerian ketika dikear atau dikagetkan oleh hantu dan monsternya, dan seterusnya.
Sayangnya karena biasanya menjanjikan imersi, kadang game dengan perspektif ini sulit dinavigasi, terutama jika kamu harus menghadapi musuh dari segala arah, termasuk dari belakang. Tidak hanya itu, jika kamu punya masalah motion sickness, beberapa game first person dengan gerakan cepat dan/atau akrobati sepertinya harus kamu hindari.
2. Third Person

Sesuai namanya, dalam perspektif third person kamu akan melihat karakter dari sudut pandang orang ketiga. Kamu bisa melihat karaktermu beraksi sesuai dengan input yang kamu masukkan. Jika karaktermu punya gerakan akrobatik atau terlihat keren secara visual, perspektif kamera ini akan memperlihatkannya secara maksimal.
Kamera third person punya beberapa variasi tergantung cara kameranya mengikuti karaktermu. Beberapa game punya kamera yang mengikutimu dari belakang, seolah kamu sedang bermain first person tapi kamu bisa melihat karakter yang kamu kendalikan. Selain itu ada juga kamera third person yang selalu mengikuti karakter, tapi kamu bisa mengubah angle kamera sesuka hati dan yang paling penting adalah kamu bisa memutar kameramu sesuka hati.
Dalam combat yang berbasis action, perspektif kamera ini membuatmu bisa mengamati situasi sekitar dengan mudah. Tapi di beberapa game terkadang kamu mungkin akan kesulitan menggerakkan karaktermu dengan akurat karena sudut kameranya yang sulit diatur karena terhalang oleh objek dalam permainan. Umumnya ini bukanlah masalah yang signifikan, tapi jika kamu bermain game action, kamu harus lihai merotasi kameramu.
3. Top-Down

Entah itu melalui sudut 90 derajat atau 75 derajat, top down selalu memperlihatkan permainan dari atas alias bird-eye view. Perspektif ini biasanya tidak menyajikan pengalaman visual yang menawan saat combat karena karaktermu akan selalu terlihat dari jauh dan sudut kameramu biasanya sangat terbatas. Tapi karena melihat dari sudut yang luas, kamu bisa melihat banyak hal di arena permainan, bahkan posisi musuh yang ada di balik dinding atau pelindung lainnya.
Karena bisa menyajikan lebih banyak informasi, kamera top-down ini cukup sering ditemui di game dengan sistem tactical combat. Ini karena game tersebut bisa memanfaatkan berbagai informasi untuk mengambil keputusan. Tapi tidak jarang juga perspektif kamera ini digunakan di game action yang lebih cepat.
4. Isometrik

Isometrik sebenarnya mirip dengan perspektif top-down di mana kamu akan melihat karaktermu dari atas. Tapi isometrik secara khusus memperlihatkan perspektif seolah kameranya selalu ada di pojok area dengan sudut 75 derajat (atau sudut lain yang bukan 90 derajat).
Karena terikat pada perspektif ini, kamu juga hanya bisa merotasi kamera ke sudut yang lain, melakukan zoom in/out, atau mengubah sudut ketinggian kamera.
Perspektif ini memberikan kesan bahwa game yang kamu mainkan punya grafis tiga dimensi meskipun aset yang digunakan sepenuhnya dua dimensi. Selain itu, perspektif ini kurang lebih mirip dengan kamera top-down, baik dari segi penyajian informasi dan game seperti apa yang menggunakannya.
Baca juga: 5 Game dengan Kamera Isometrik Terbaik yang Wajib Dimainkan
5. Side-Scrolling

Kamera side-scrolling memperlihatkan permainan dari samping. Gerakan kameranya pun terbatas ke atas/bawah atau samping, entah itu mengikuti pemain, bergerak sendiri, atau statis sampai kamu bergerak ke ujung layar. Karena gerakan kameranya terbatas, gerakanmu sebagai pemain juga terbatas ke atas/bawah dan samping.
Keterbatasan yang sama juga membuat game dengan perspektif ini biasanya hanya bisa menyajikan grafis dua dimensi. Jadi jangan mengharapkan visual tiga dimensi menawan ketika kamu membeli game yang menggunakan perspektif kamera ini.
Game dengan perspektif ini biasanya ditemukan di game platformer atau memiliki elemen platforming. Karena itu game ini biasanya punya gameplay yang menuntut presisi tinggi. Selain itu, meskipun punya keterbatasan dari segi kamera, beberapa game dengan kamera side-scrolling tetap bisa menyajikan visual yang indah, entah itu dengan grafis dua dimensi atau bahkan piksel.
Perspektif kamera dalam sebuah game sama sekali tidak mempengaruhi kualitas sebuah game. Karena pada akhirnya fungsi kamera adalah meningkatkan pengalaman gameplay yang disajikan game tersebut.
