Beberapa hari yang lalu, Microsoft baru saja menggelar presentasi yang disebut sebagai Inside Xbox edisi bulan Mei 2020. Dalam acara tersebut, mereka memamerkan sejumlah game baru yang akan muncul di console Xbox Series X. Selain sebagai pengumuman perdana, ini juga momen bagi Microsoft untuk memamerkan seperti apa kemampuan grafis Xbox Series X nantinya.
BACA JUGA: Rekap Inside Xbox Mei 2020: Gameplay Terbaru Xbox Series X
Ada satu judul yang pasti memikat perhatian para penggemar JRPG di presentasi tersebut, yaitu Scarlet Nexus. Diciptakan oleh Bandai Namco Entertainment, dalam game ini kamu berperan sebagai Yuito Sumeragi yang merupakan anggota pasukan khusus pembasmi monster. Apa saja sih hal yang membuat Scarlet Nexus unik dan menarik untuk dimainkan? Berikut lima di antaranya.
1. Dunia Futuristik “Brain Punk”

Aspek pertama yang menarik dari Scarlet Nexus adalah latar belakang dunianya. Bandai Namco menyebut desain dunia game ini sebagai “brain punk”, yaitu dunia di masa depan di mana otak umat manusia telah berevolusi. Sebuah hormon khusus telah ditemukan yang membuat manusia bisa memperoleh kekuatan supernatural, dan kekuatan ini telah mengubah wajah peradaban.
Bandai Namco mendesain dunia brain punk dengan inspirasi dari anime klasik serta kisah-kisah fiksi ilmiah dari barat. Menurut saya, setidaknya ada dua judul legendaris yang terlihat mempengaruhi wujud dunia di Scarlet Nexus, yaitu AKIRA dan Blade Runner. Nuansa teknologi modern yang cukup eksentrik ini bisa jadi penyegar kalau kamu bosan RPG berlatar fantasi.
2. Bukan Eksklusif Xbox Series X

Scarlet Nexus diungkap untuk pertama kalinya di acara Inside Xbox, membuat sebagian orang khawatir game ini akan jadi eksklusif. Padahal sebenarnya bukan. Dalam siaran persnya, Bandai Namco menyatakan bahwa Scarlet Nexus akan dirilis untuk Xbox Series X, Xbox One, PS5, PS4, serta PC via Steam.
Berhubung Bandai Namco tidak mencantumkan tanggal rilis untuk seluruh platform tersebut, bisa saja Scarlet Nexus menjadi game eksklusif sementara di Xbox Series X. Namun kita tetap bisa menikmatinya di platform lain di kemudian hari.
3. Dibuat oleh Pencipta Tales of Vesperia

Meskipun Scarlet Nexus adalah properti intelektual baru, kru yang menanganinya terdiri dari orang-orang lama yang sudah berpengalaman. Game ini dibuat oleh para mantan developer seri Tales of, terutama Tales of Vesperia.
Sayangnya belum ada informasi lebih detail tentang siapa saja nama yang terlibat. Namun menurut keterangan di situs resmi Bandai Namco, kru Tales of Vesperia bertanggung jawab dalam menangani cerita. Mengingat Tales of Vesperia banyak dipuji sebagai Tales of dengan cerita terbaik, kita bisa optimis Scarlet Nexus akan punya cerita yang bagus juga.
4. Musuh Tak Bisa Diserang Secara Fisik

Musuh utama Yuito Sumeragi adalah makhluk-makhluk mutan yang disebut Other. Makhluk ini cukup merepotkan, sebab mereka tidak bisa diserang dan dilukai dengan serangan fisik biasa. Tubuh Other memiliki metabolisme khusus yang membuat mereka mampu menyerap energi dan menghindari kerusakan.
Di sinilah orang-orang seperti Yuito punya peran penting. Yuito memiliki kemampuan khusus berupa psikokinesis, artinya ia mampu menggerakkan benda-benda dengan kekuatan pikiran saja. Untuk mengalahkan Other, Yuito harus langsung menyerang inti atau “otak” para Other dan menghancurkannya.
Pasukan khusus berkekuatan psikokinesis ini tergabung dalam organisasi bernama OSF, singkatan dari Other Suppression Force.
5. Mendukung Fitur Smart Delivery

Khusus untuk versi Xbox nanti, Scarlet Nexus telah dikonfirmasi akan mendukung fitur Smart Delivery. Itu artinya kamu hanya perlu membeli game ini satu kali, dan kamu bisa memainkannya di Xbox One atau Xbox Series X sesuai kebutuhan. Kualitas visual yang dihasilkan akan menyesuaikan dengan platform yang kamu gunakan.
Fitur Smart Delivery di Xbox ini mirip dengan fitur Cross-Buy di PlayStation, hanya namanya saja berbeda. Kabarnya, Microsoft akan mendukung fitur Smart Delivery untuk seluruh game ciptaan developer first-party. Namun fitur ini juga hadir di berbagai judul populer lain, termasuk Scarlet Nexus dan Assassin’s Creed Valhalla.
