Alasan Mengapa Final Fantasy IX Menjadi Game yang Wajib Kamu Mainkan Ulang


Final Fantasy VII memang legendaris, tapi di hati saya, Final Fantasy IX adalah yang terbaik bahkan dari keseluruhan franchise ini.

Final Fantasy IX

Sebagai generasi yang lahir di tahun 90-an, masa kecil saya diisi dengan sejumlah game JRPG kelas wahid pada masanya. Sebut saja Legend of Dragoon, Legend of Legaia, Brave Fencer Musashi, Final Fantasy VII, VIII, IX, Chrono Cross, Suikoden, dan masih banyak lagi.

BACA JUGA: Beberapa Detail Menarik Seputar The Dark Pictures: Little Hope

Semua yang saya sebutkan saya mainkan meski hanya beberapa saja yang ditamatkan. Untuk seri Final Fantasy menjadi yang favorit karena saya memainkannya hingga nyaris tamat kecuali satu, Final Fantasy IX. Harus diakui ketika memainkan Final Fantasy VII dan VIII, saya memang sempat sangat terkejut dengan kualitas yang dimilikinya. Bahkan rasa-rasanya susah untuk disamai dengan Final Fantasy kekinian seperti XIII Series apalagi XV.

Yang paling mendekati kehebatan Final Fantasy IX sebagai sebuah karya hanya Final Fantasy X yang bisa menyajikan perasaan sama dari segi cerita. Tapi ada beberapa hal yang akhirnya membuat saya menjatuhkan pilihan kepada Final Fantasy IX. Ya, seri ini mengesankan dan sangat luar biasa sebagai sebuah karya. Mau tahu alasannya? Berikut pembahasannya.

1. Penggabungan Seni Baru dan Lawas

Final Fantasy IX

Cutscene CGI harus diakui menjadi gebrakan yang bikin kita bergetar sebagai gamer di Final Fantasy VII. Cutscene CGI sendiri berlanjut semakin dramatis di Final Fantasy VIII. Meski sudah menjadi mekanisme yang bagus dan tanpa celah, kenyataannya Squaresoft tak mau berhenti di situ saja. Mereka menciptakan sebuah gebrakan dengan menggabungkan seni tingkat tinggi.

Ya, mereka menggabungkan cutscene CGI dengan karakter in game. Cutscene CGI dijadikan latar sedangkan gamer akan mengontrol karakter in game. Belum lagi desain karakter yang ada di game ini dicampur adukan menggabungkan perpaduan baru dan lawas.

Ada karakter yang menggunakan desain karakter lawas seperti Garnet Til Alexandros yang mirip seperti putri-putri di Disney. Belum lagi karakter Vivi yang mirip penyihir jadul lengkap dengan jubah dan topi. Namun di sisi lain kita akan menjumpai karakter atau kendaraan yang bergaya Cyberpunk. Pencampuran desain fantasy dengan futuristik menjadi salah satu hal terbaik, terniat, dan terdahsyat di game ini.

Ada pengaruh juga dari Final Fantasy era 8-bit dari segi desain di Final Fantasy IX.

2. Sistem Equipment yang Mendalam

Salah satu pekerjaan rumah dari Final Fantasy sebelum IX adalah bahwa setiap senjata akan menjadi tak bernilai ketika gamer mendapatkan senjata baru. Ujung-ujungnya mereka menjualnya dengan harga super murah. Penyakit ini sebenarnya tak hanya di Final Fantasy saja karena kebanyakan game JRPG menerapkan sistem ini. Namun kalian yang main Final Fantasy IX, sadar tidak sadar tak bakal menemukan hal seperti ini.

Squaresoft memasukan beberapa kemampuan unik di setiap senjata bahkan yang cupu sekalipun. Memang dari stat senjata, senjata lawas akan punya stat yang jelek. Tapi dari segi kemampuan unik, senjata lawas belum tentu lebih jelek dari senjata baru. Bahkan senjata baru sekalipun bisa menjadi tak berguna karena tak punya kemampuan unik yang signifikan.

Gilanya, kemampuan unik ini hanya bisa digunakan jika gamer menggunakan senjatanya. Jika senjata tersebut tak digunakan, kemampuan unik tak bisa dipakai. Squaresoft ini menjadikan semacam pengikat agar setiap senjata punya signifikansi-nya masing-masing.

Bahkan gilanya, beberapa senjata akan memberikan efek khusus di beberapa kesempatan yang membuat gamer akan mendapatkan keuntungan ketika bertarung. Kalian yang ingin mendapatkan stat tertinggi dan kemampuan dahsyat dari karakter harus mempelajari masing-masing kemampuan unik senjata mulai yang dari medioker hingga yang bagus.

3. Badass Karakternya Bukan Tokoh Utama

Cheat terbaik

Cloud Strife dan Squall Leonhart karakter yang badass itu biasa karena mereka adalah karakter utama. Mereka kuat sangat wajar, fokus cerita ke mereka itu wajar. Namun Final Fantasy IX berbeda. Meski dari awal fokus cerita ada pada Zidane, tapi kenyataannya porsi cerita lebih banyak membahas soal Vivi sang Magician. Zidane secara intense dibahas di akhir disc 3 dan disc 4 di mana kita diperlihatkan siapa sebenarnya sang jagoan sebenarnya.

Dari segi kemampuan pun, Vivi adalah damager paling gila dan sensasional. Menyingkirkannya dari party hanya dilakukan oleh bodoh saja. Percayalah. Yang membuat Vivi sangat gila dibandingkan karakter lain adalah pertama, dia memiliki kemampuan Trance yang membuatnya bisa menyerang magic sebanyak dua kali.

BACA JUGA: Game yang Alami Penurunan Kualitas dari Penampilan Trailer Perdananya

Kedua, dia bisa mengkombinasikan serangan dengan Steiner lewat magic-nya yang membuat serangan Steiner menjadi seperti karakter yang kesetanan. Terakhir, Vivi punya seabrek magic kuat yang damage-nya bukan main. Thunder, Thundara, Thundaga hingga Doomsday dimilikinya.

Selain itu, Vivi yang awalnya karakter tanpa tujuan hidup belajar menjadi lebih dewasa. Diantara karakter yang lain, perubahan sifat Vivi jadi yang paling terasa. Bahkan untuk menghargainya, Steiner memanggilnya sebutan “Master” yang mencerminkan ketenangan dan kedewasaannya.

Tak ada Final Fantasy lain yang menceritakan dan menciptakan karakter sampingan seperti ini. Maafkan saya Aerith, Yuna dan Tifa karena saya lebih suka performa Vivi.

3. Favorit Sang Kreator

Yang protes kepada saya, nih lihat! Kreatornya saja menjadikan Final Fantasy IX sebagai favoritnya. Jika kalian melakukan roasting pada saya, berarti juga kalian harusnya tak setuju dengan sang kreator dong J.

Hironobu Sakaguchi sang legenda yang sudah ikut mengembangkan Zelda, Metal Gear, dan seabrek game Final Fantasy plus membesarkan Square dari sebuah studio kecil hingga menjadi titan di industri game dengan tegas mengatakan jika seri favoritnya adalah Final Fantasy IX. Sang kreator bahkan tak basa-basi dan langsung menjawab ketika ditanya.

Lantas apa yang membuat Sakaguchi mengatakan jika dia sangat cinta dengan seri Final Fantasy IX? Karena Final Fantasy IX merupakan game dengan konsep impiannya yang tak diimplementasikan di Final Fantasy pertama. Ya, Playstation membuat impian Sakaguchi jadi mungkin.

Final Fantasy VII memang pionir soal perubahan Final Fantasy, tapi cinta seorang Sakaguchi terpatri dalam seluruh mekanisme yang ada di sana sehingga menjadikannya sebuah game super solid.

4. Cerita Pas, Bikin Hati Tersentuh Tanpa Diduga

Final Fantasy IX

Visual dan soundtrack jadi faktor yang membuat game ini begitu nikmat dimainkan. Tapi faktor cerita jelas menjadi hal terbesar yang membuat gamer memainkan game ini sampai habis. Game ini seakan tahu kapan kalian bakal tersentuh bahkan nyaris menangis dibuatnya. Ada banyak momen menyenangkan tapi di sisi lain, game ini sebenarnya sedang menceritakan kegetiran.

Setiap nilai yang ada di game ini dibuat secara runut dan rapi hingga suatu saat akan diledakan bersama dengan emosi yang kalian miliki. Yang paling membuat kita susah menahan perasaan adalah karakter di game ini dibuat untuk memilih padahal di satu sisi mereka tidak tahu kenyataan yang sebenarnya.

Karakter yang dianggap baik belum tentu baik sedangkan yang jahat belum tentu jahat. Bahkan harus dibilang bahwa ada banyak momen serupa dengan kematian Aerith yang tak kalah legendarisnya.

5. Personality Karakter yang Legit

Jika di atas saya sudah membahas bahwa Vivi merupakan karakter yang jadi fokus, tapi sebenarnya, selain Vivi, karakter lain juga diberikan porsi fokus yang beragam. Tapi uniknya, meski terkadang porsinya tak diberikan sebesar Vivi, sang pencipta game ini selalu mampu membuat karakter yang ada terlihat legit.

Sebagai contoh adalah kita akan mengenal sosok Amarant dalam waktu singkat tapi tetap bisa simpatik dengan masa lalunya. Ada juga karakter jahat seperti Kuja yang dianggap jahat namun ternyata dia berubah jadi jahat karena dunia sendiri yang memaksanya seperti itu.

Entah karakter baik, jahat, utama, sampingan, semua memiliki personality yang kuat masing-masing. Sebuah game yang tak hanya fokus pada karakter utama selalu menjadi sebuah masterpiece. Begitulah Final Fantasy IX melakukannya.

Beli Final Fantasy IX di Steam


Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Will Ramos